Suara.com - Dalam mewujudkan tujuan perencanaan keuangan di masa depan, tentunya kita harus mempersiapkannya dengan cara menyisihkan uang sejak sekarang dan menyimpannya. Kebanyakan orang masih memilih menempatkan uang dalam tabungan di bank, padahal itu bukanlah satu-satunya cara dan belum tentu juga yang terbaik.
Saat ini, telah banyak produk keuangan yang telah hadir di tengah masyarakat yang dapat menjadi pilihan alternatif dalam menyimpan uang seperti reksa dana dan unit link. Kedua produk keuangan ini cukup populer karena menawarkan beberapa kelebihan dibandingkan hanya menabung uang dalam rekening bank saja.
Lantas, kelebihan apa yang ditawarkan oleh reksa dana dan unit link ini? Berikut ulasannya.
Reksa Dana
Reksa dana adalah salah satu produk investasi pasar modal yang kini mulai berkembang di masyarakat sebagai pilihan alternatif investasi. Reksa dana ini merupakan sebuah wadah yang digunakan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat dan kemudian oleh manajer investasi, dana tersebut ke dalam berbagai produk keuangan seperti saham, obligasi dan deposito.
Reksa dana terdiri dari beberapa jenis yakni reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang. Setiap jenis reksa dana ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam menghasilkan risiko dan keuntungan.
Dalam menyimpan uang pada reksa dana ini, kita dapat menentukan jenis reksa dana berdasarkan tujuan keuangan kita. Misalnya saja untuk tujuan keuangan dalam jangka pendek, kita dapat memilih reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap yang berpotensi menghasilkan return (keuntungan) di atas bunga deposito tetapi memiliki risiko pasar yang rendah.
Sementara itu, untuk tujuan jangka panjang, kita dapat memilih reksa dana jenis campuran dan saham yang secara jangka panjang memiliki potensi menghasilkan return yang besar dan mampu melawan tingkat inflasi.
Unit Link
Unit link adalah salah satu produk asuransi yang memberikan manfaat lain, yaitu investasi. Unit link ini memudahkan kita untuk mendapatkan dua manfaat sekaligus dalam satu produk. Jadi, premi yang kita bayarkan akan dialokasikan sebagian untuk asuransi dan sebagian lain untuk investasi. Kemudian, pada akhir periode, kita dapat mencairkan sejumlah dana yang didapat dari bagian investasi unit link.
Pada unit link terdapat dua portofolio, yaitu asuransi dan investasi. Portofolio dalam unit link ini seperti reksa dana yang memiliki beberapa jenis sesuai dengan aset subdana yang dimilikinya. Selain itu, nilai unit link pun naik turun layaknya pergerakan aset subdananya.
Dalam menentukan pilihan untuk menyimpan uang pada reksa dana, atau unit link ini, kita perlu menyesuaikan dana dengan tujuan dan kebutuhan serta profil risiko masing-masing. Misalnya saja, kita memiliki tujuan menyimpan uang dalam jangka pendek dan tidak bersedia menerima risiko pasar yang tinggi, kita dapat memilih reksa dana pasar uang yang memiliki risiko yang relatif rendah.
Lalu, apabila kita saat ini belum memiliki asurasi jiwa (proteksi jiwa), kita dapat memilih unit link. Dengan produk ini, selain jiwa kita dilindungi asuransi, premi yang kita bayarkan secara rutin pun sebagian diinvestasikan. Sehingga dalam hal ini, kita dapat melakukan kegiatan berasuransi sekaligus berinvestasi secara bersamaan.
Dan apabila kita sudah memiliki asuransi (proteksi jiwa), kita dapat memilih reksa dana untuk berinvestasi. Sebab kegiatan investasi yang dilakukan dengan menggunakan produk investasi murni ini, hasil keuntungan (return) yang didapat bisa lebih maksimal.
| Published by Bareksa.com |
Berita Terkait
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Maluku Utara Pasang Target Jadi Acuan Hilirisasi Nikel Berkelanjutan
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Rahasia Maliq & D'Essentials Eksis 24 Tahun: Rekam Tumbuh Kembang Personel Lewat Lagu
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang
-
Dirikan Brand Minyak Telon, Alumni Geografi UGM Berhasil Pasarkan Produk hingga Asia Tenggara