Suara.com - Sejumlah anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yang perokok, mengaku setuju atas wacana dinaikkannya cukai rokok. Namun, pemerintah diminta konsisten mengawasi peredaran rokok murah dan tidak memberi izin baru untuk industri rokok.
"Ini salah satu cara untuk menekan jumlah perokok di tanah air," kata anggota Fraksi Demokrat Zulfakar Nasir di Palu, Sabtu (3/9/2016).
Dia mengatakan, sebagai negara berkembang, para perokok di Indonesia didominasi kelas masyarakat bawah. Rokok dianggap salah satu penghancur ekonomi dan kesehatan masyarakat negara-negara berkembang.
"Kalau harga rokok naik, otomatis menekan perokok khususnya dari masyarakat miskin. Tetapi pemerintah harus konsisten dn menjamin tidak ada peredaran rokok dengan harga murah," ujarnya.
Dia mengatakan, sepanjang pemerintah tidak konsisten maka perokok sulit ditekan.
Berbeda dengan anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Umar Awad Alamri yang setuju dinaikkannya cukai rokok namun pemerintah harus mendorong kenaikan harga tembakau dan cengkeh terlebih dahulu.
"Sebelum cukai rokok dinaikkan, naikkan dulu harga bahan baku rokok seperti tembakau dan cengkeh," katanya.
Umar kuatir dengan dinaikkannya cukui rokok justru memukul harga bahan baku rokok sehingga menyulitkan petani tembakau dan cengkeh.
Menurut Umar, untuk mengawasi peredaran rokok maka pemerintah harus ketat mengawasi industri rokok sehingga tidak ada lagi industri rokok baru.
"Jangan ada impor tembakau supaya harga tembakau dalam negeri baik," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026
-
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun
-
Solusi Angsuran BRI Terhambat dan Contoh Surat Minta Keringanan Cicilan
-
Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran
-
Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura
-
Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim
-
Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang
-
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM