Suara.com - Presiden Joko Widodo didesak untuk merealisasikan Nawacita 4, indikator 21 yang menjanjikan peningkatan harga dan cukai rokok sebesar 200 persen atau dua kali lipat. Hal ini tentu saja bertujuan untuk menurunkan jumlah perokok di Indonesia yang kini mencapai 53.767.000 orang dewasa dan 2.677.000 anak.
"Kita tagih janji Pak Jokowi untuk menaikkan cukai 2 kali lipat. Pak Jokowi saat rapat kabinet mengatakan bahwa sebelum meratifikasi FCTC dia akan menaikkan cukai rokok," ujar Abdillah Ahsan, selaku Wakil Kepala Lembaga Demografis Universitas Indonesia pada peluncuran Iklan Layanan Masyarakat Rokok di Jakarta, Jumat (2/9/2016).
Abdillah mengatakan bahwa isu kenaikan rokok hingga Rp50 ribu rupiah yang santer diberitakan belakangan ini cukup efektif mendorong kesadaran masyarakat untuk berhenti merokok, dibandingkan menampilkan peringatan kesehatan bergambar pada kemasan rokok.
"Ketika ada isu harga rokok naik, masyarakat bergejolak. Artinya, memang instrumen harga rokok efektif untuk mendorong mereka berhenti merokok," imbuhnya.
Dilihat dari sisi ekonomi, Abdillah mengatakan bahwa rokok membuat Indonesia kehilangan 4.5 triliun dollar Amerika pada 2030 mendatang untuk membiayai beban penyakit tidak menular seperti jantung dan kanker. Kampanye kesehatan yang dilakukan pemerintah pun, menurutnya tak akan efektif jika iklan rokok terus disebarluaskan.
"Dibandingkan iklan rokok, kampanye kesehatan anti rokok belum cukup efektif. Anggatan mereka bisa sampai 5 Triliun sendiri untuk iklan dimana-mana. Jadi memang selain kampanye, pemerintah juga harus melarang iklan rokok," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Panggil Pegawai DJBC Salisa Asmoaji, KPK Endus Adanya 'Uang Pelicin' dalam Pengurusan Cukai Rokok
-
BPS Ungkap Inflasi Tahunan April Capai 2,42 Persen karena Rokok, Emas, hingga Biaya Kuliah
-
PHK Massal di IHT Bisa Terjadi Gegara Kebijakan Ini
-
Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh
-
Ancaman PHK Massal di Balik Rencana 'Karpet Merah' Rokok Ilegal
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK