Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan paket kebijakan deregulasi ekonomi agar dinamika ekonomi Indonesia terangkat kembali. Paket kebijakan yang meliputi sektor investasi, industri, logistik, pariwisata, ekspor, dan purchasing power tersebut difokuskan untuk memperbaiki tingkat kemudahan berbisnis (ease of doing business) di Indonesia. Indonesia berkeinginan masuk peringkat 40 besar dunia. Saat ini, Indonesia berada pada peringkat ke-109 dari 189 negara (survei Bank Dunia).
Hal tersebut dijelaskan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Arlinda saat menjadi pembicara pada Forum Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Indonesia di sela-sela penyelenggaraan Pameran China-ASEAN Expo ke-13 hari ke-2 di Nanning, Republik Rakyat Cina (RRC), Senin (12/9/2016).
“Deregulasi akan menciptakan kemudahan berbisnis di Indonesia sehingga diyakini akan mampu mendorong daya saing nasional dan pada akhirnya dapat menggerakkan ekonomi nasional,” tutur Arlinda dalam keterangan tertulis, Selasa (13/9/2016).
Kemudahan berusaha di Indonesia akan menjadi ukuran tumbuhnya investasi di Indonesia. Pertumbuhan investasi diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Arlinda, saat ini Kemendag terus mendorong peningkatan ekspor. Kegiatan ekspor diyakini sebagai salah satu strategi tepat untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. "Strategi yang dilakukan Kementerian Perdagangan dalam meningkatan ekspor antara lain melalui kegiatan promosi, diversifikasi pasar ekspor, peningkatan daya saing dan nilai tambah produk, serta peningkatan jumlah pelaku ekspor," ujar Arlinda.
Dirjen PEN tak lupa mengundang para pelaku usaha dari Cina untuk melakukan kunjungan bisnis ke pameran perdagangan terbesar di Indonesia yaitu Trade Expo Indonesia pada 12-16 Oktober 2016 mendatang. Indonesia akan memberikan fasilitas akomodasi, diskon tiket dari maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia, serta penjemputan.
“Kami berharap forum ini dapat menarik minat para calon investor dan mitra dagang untuk melakukan kerja sama perdagangan dan investasi. Bagi investor yang ingin merelokasi pabriknya ke Indonesia, kami yakinkan bahwa Indonesia siap untuk menjadi basis produksi dan investasi untuk target ekspor ke kawasan ASEAN dan dunia,” ujar Arlinda.
Selain menjelaskan tentang perekonomian Indonesia, Dirjen PEN juga menjelaskan kepada peserta forum tentang destinasi wisata Indonesia yang menarik untuk dikunjungi.
Pembicara Indonesia yang juga hadir pada forum ini adalah Atase Perdagangan RI di Beijing Dandy Iswara, serta Perwakilan APINDO Medan Gunawan Laut. Mereka menyampaikan perkembangan iklim serta potensi perdagangan dan investasi di Indonesia dan RRC. “Indonesia semakin mendapatkan perhatian para investor di Cina dikarenakan berbagai kemajuan dalam banyak hal yang telah diraih, seperti infrastruktur, kemudahan pengurusan izin, dan fasilitas investasi lainnya,” jelas Atdag RI di Beijing Dandy Iswara.
Menindaklanjuti pertemuan Presiden Joko Widodo dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dengan pendiri dan CEO Alibaba Group Jack Ma awal bulan ini, Dirjen PEN bertemu dengan perwakilan Alibaba Group yaitu dari divisi Global Business Development. Pertemuan ini dimaksudkan untuk mengajak para UKM potensial Indonesia untuk bergabung pada alibaba.com dan mengembangkan ekspansi pasarnya di luar negeri.
Dirjen Arlinda mendukung program E-commerce Talent alibaba.com untuk meningkatkan kapasitas usaha kecil menengah (UKM) dalam negeri yaitu dengan pelatihan, pengujian, dan sertifikasi, perkembangan karir, serta pendampingan. Global Business Development tertarik pada UKM Indonesia karena dengan populasi nomor 4 tertinggi di dunia, sebanyak 3,5 juta UKM Indonesia berbasis industri. Selain itu, Indonesia yang merupakan pintu masuk utama di ASEAN akan sangat berpotensi untuk dikembangkan pasarnya.
Dirjen PEN juga bertemu dengan perwakilan Indonesia Chamber of Commerce in China (Inacham) Martono Tjiawi. Pertemuan ini membahas berbagai hal yang akan dilakukan untuk meningkatkan eskpor produk Indonesia di Tiongkok. Kemendag dan Inacham akan terus mempromosikan potensi pasar Cina dan juga strategi memasuki pasar Cina. Salah satu yang akan dilakukan adalah mengadakan kegiatan forum promosi produk Indonesia melalui e-commerce. Diharapkan semakin banyak produk Indonesia yang dapat dijual di pasar Cina. Dari kerja sama e-commerce tersebut, telah diluncurkan platform jual beli bernama Inamall melalui salah satu website penjualan grup Alibaba pada 8 Juli 2016. Ke depan, produk-produk terbaik Indonesia akan terus diundang untuk memasuki pasar Cina melalui Inamall.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik