Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu kebijakan primadona di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi salah satu ujung tombak pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia.
Walau demikian, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengakui ada perbedaan proyek infrastruktur di Pulau Jawa dengan wilayah lain di Indonesia. "Secara umum, proyek infrastruktur yang ada di Pulau Jawa lebih berupa pemeliharaan dan pengembangan. Untuk luar Pulau Jawa, proyek infrastruktur memang lebih banyak membangun yang baru," kata Basuki dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (7/10/2016).
Perbedaan ini tak lepas dari fakta banyak infrastruktur yang telah dibangun oleh Pemerintahan Kolonial Belanda di Pulau Jawa. Maklum, sejak zaman Hindia Belanda, Pulau Jawa sudah menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi. "Ini membuat kondisi infrastruktur di Pulau Jawa paling baik dibanding yang lain," ujar Basuki.
Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, pemerintah telah membagi Indonesia dalam 35 Wilayah Pengembangan Strategis. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing dan mengurangi disparitas antar wilayah. "Termasuk memadukan pengembangan antara wilayah dengan market driven," tambah Basuki.
Adapun daftar nama 35 Wilayah Pengembangan Strategis di Indonesia adalah sebagai berikut:
(1) Merak-Bakauheni-Bandar Lampung-Palembang-Tanjung Api-Api;
(2) Metro Medan-Tebing Tinggi-Dumai-Pekanbaru;
(3) Jakarta-BandungCirebon-Semarang;
(4) Malang-Surabaya-Bangkalan;
(5) Yogyakarta-SoloSemarang;
(6) Semarang-Surabaya;
(7) Balikpapan-Samarinda-Maloy;
(8) Manado-Bitung-Amurang;
(9) Makassar-Pare Pare-Mamuju;
(10) Ternate-Sofifi-Morotai;
Berita Terkait
-
Menteri Basuki Akui 100-0-100 Sudah Menjadi Isu Internasional
-
Hingga 2019, Pemerintah Entaskan 610.000 Rumah Tak Layak Huni
-
Ini 3 Program Prioritas Pemerintah untuk Bangun Infrastruktur
-
Basuki Optimis Pembangunan Jalan Tol 1.000 Kilometer Tercapai
-
Ketersediaan Infrastruktur Buruk, Daya Saing Indonesia Turun
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026