Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total tertanggung secara umum menunjukkan perkembangan yang cukup stabil. Di kuartal II 2016, total tertanggung secara umum turun 0,1 persen atau menjadi 56,95 juta orang dari sebelumnya 57,02 juta orang.
Namun demikian dari sisi jumlah tertanggung perorangan, terjadi kenaikan yang kuat di kuartal II 2016 sebesar 15,1 persen atau menjadi 19,11 juta orang dari sebelumnya 16,60 juta orang di kuartal II 2015.
"Kami sangat senang melihat angka kenaikan tertanggung perorangan. Ini menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berasuransi," kata Kepala Departemen Komunikasi AAJI, Nini Sumohandoyo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/10/2016).
Nini menjelaskan bahwa saat ini tingkat penetrasi asuransi sekitar 7,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 255 juta penduduk. Angka ini terbilang kecil jika dibandingkan banyak negara lain. Oleh sebab itu, AAJI dan regulator akan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk berasuransi. "Termasuk melalui kegiatan edukasi tentang asuransi jiwa dan manfaatnya," ujar Nini.
Pada kuartal II 2016, AAJI juga mencatat keagenan tetap memiliki kontribusi terbesar terhadap total premi dengan 41,3 persen. Sisanya diikuti oleh bancassurance dan saluran alternatif dengan masing-masing kontribusi sebesar 38,4 persen dan 20,3 persen.
Masing-masing dari tiga saluran distribusi ini menunjukkan peningkatan dibandingkan kuartal II 2015 yang masing-masing sebesar 2,0 persen, 15,3 persen dan 18,5 persen. Jumlah tenaga pemasar juga tumbuh 12,1 persen menjadi 507 ribu orang, dimana 90,7 persen dari jumlah tersebut datang dari tenaga pemasar saluran keagenan.
"Komposisi jumlah agen memperlihatkan besarnya jumlah agen dalam usia produktif. Terus bertambahnya jumlah agen asuransi jiwa menunjukkan bahwa profesi agen asuransi jiwa semakin menjadi salah satu lapangan pekerjaan yang menarik," tutup Nini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN