Bisnis / Keuangan
Senin, 10 Oktober 2016 | 15:58 WIB
Kepala Departemen Komunikasi AAJI, Nini Sumohandoyo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/10/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total tertanggung secara umum menunjukkan perkembangan yang cukup stabil. Di kuartal II 2016, total tertanggung secara umum turun 0,1 persen atau menjadi 56,95 juta orang dari sebelumnya 57,02 juta orang.

Namun demikian dari sisi jumlah tertanggung perorangan, terjadi kenaikan yang kuat di kuartal II 2016 sebesar 15,1 persen atau menjadi 19,11 juta orang dari sebelumnya 16,60 juta orang di kuartal II 2015.

"Kami sangat senang melihat angka kenaikan tertanggung perorangan. Ini menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berasuransi," kata Kepala Departemen Komunikasi AAJI, Nini Sumohandoyo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/10/2016).

Nini menjelaskan bahwa saat ini tingkat penetrasi asuransi sekitar 7,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 255 juta penduduk. Angka ini terbilang kecil jika dibandingkan banyak negara lain. Oleh sebab itu, AAJI dan regulator akan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk berasuransi. "Termasuk melalui kegiatan edukasi tentang asuransi jiwa dan manfaatnya," ujar Nini. 

Pada kuartal II 2016, AAJI juga mencatat keagenan tetap memiliki kontribusi terbesar terhadap total premi dengan 41,3 persen. Sisanya diikuti oleh bancassurance dan saluran alternatif dengan masing-masing kontribusi sebesar 38,4 persen dan 20,3 persen.

Masing-masing dari tiga saluran distribusi ini menunjukkan peningkatan dibandingkan kuartal II 2015 yang masing-masing sebesar 2,0 persen, 15,3 persen dan 18,5 persen. Jumlah tenaga pemasar juga tumbuh 12,1 persen menjadi 507 ribu orang, dimana 90,7 persen dari jumlah tersebut datang dari tenaga pemasar saluran keagenan. 

"Komposisi jumlah agen memperlihatkan besarnya jumlah agen dalam usia produktif. Terus bertambahnya jumlah agen asuransi jiwa menunjukkan bahwa profesi agen asuransi jiwa semakin menjadi salah satu lapangan pekerjaan yang menarik," tutup Nini. 

Load More