Kuartal keempat tahun ini, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) akan memaksimalkan kegiatan ekspansinya. Sejak awal tahun 2016 hingga kuarta III, kegiatan ekspansi MPPA cenderung tertahan karena faktor eksternal. Sebagian besar rencananya akan dibuka di kuartal keempat karena beberapa faktor, seperti kesiapan dari mal di mana toko itu akan dibuka yang di luar kontrol MPPA.
Sejak awal tahun 2016 hingga penghujung September ini, MPPA baru membuka 3 toko Hypermart baru yang tersebar di Kuala Kapuas, Jambi, dan Tanjung Pinang dari target pembukaan 8 toko baru. Adapun MPPA baru membuka 2 toko Foodmart baru dari target 5 toko, dan 6 toko baru Boston dari target 16 toko, serta 1 toko SmartClub baru dari target 3 toko.
Sebelumnya, gerai SmartClub sendiri untuk tahun 2016 ini ditargetkan tersebar dua di Jabodetabek, dan satu masing-masing di Sumatera, Sulawesi, dan NTB. Namun hingga saat ini MPPA baru memiliki 2 toko SmartClub, yaitu di Tangerang dan Makassar.
"Pembukaan gerai baru MPPA akan bisa meningkatkan pendapatan dan net profit MPPA dalam waktu 6 sampai 9 bulan kemudian setelah pembukaan gerai barunya. Sehingga pembukaan gerai baru MPPA baru akan mulai berefek positif bagi MPPA di kuartal ke 3 tahun depan," kata Analys Recapital Securities, Adi Kiswoyo Joe, dalam keterangan tertulis, Senin (10/10/2016).
Chitose kebanjiran order pemerintah
Produsen furnitur PT Chitose International Tbk mengalami kelesuan permintaan pada semester I- 2016. Tercatat penjualan bersih CINT selama semester I-2016 sebesar Rp 144 miliar atau turun 11,65 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 163,1 miliar. Di semester pertama 2016, permintaan furnitur tidak terlalu bagus karena ekonomi Indonesia tidak baik. Namun memasuki Agustus, proyek permintaan barang dan jasa pemerintah lewat lelang elektronik atau ecatalogue membantu menaikan penjualan.
Di pasar domestik, CINT mengklaim berhasil memenangkan kontrak pengadaan barang dan jasa pemerintah berupa e-catalog. Tanpa menyebutkan nilai kontrak, CINT sudah didaftarkan dan menjadi standar produk bagi lembagalembaga pemerintahan di Indonesia. Selain itu, perseroan juga telah menandatangani kontrak dengan PT KAI Commuter Line untuk pengadaan kursi sandar dan tempat sampah di 20 stasiun di Jakarta.
Melihat pertumbuhan penjualan dari pemerintah Chitose sudah bersiap-siap tahun depan meraup pendapatan lebih banyak lagi. Melihat program Indonesia Pintar dan Indonesia Sehat yang digagas maka akan mengikuti dua sektor tersebut. Saat ini Chitose baru menyediakan furnitur untuk keperluan sekolah-sekolah negeri dan juga swasta. Sedangkan untuk kesehatan hanya suplai ranjang di rumah sakit swasta. Padahal Chitose sudah mengekspor ranjang rumah sakit di Jepang.
Tahun depan CINT tentu juga bidik untuk menyediakan ranjang dan juga furnitur lain di rumah sakit pemerintah. Untuk ekspor, Hingga saat ini, Chitose masih aktif mengekspor kursi piano merek Roland serta ranjang rumah sakit ke Jepang. Hingga Desember 2015, Chitose sudah mengekspor 2.085 kursi piano ke Jepang dan tahun ini akan mengekspor juga diangka yang sama. Terbaru Chitose sedang negosiasi kerjasama baru untuk menyuplai kursi piano Kawai.
Dengan beragam kontrak dan proyek yang sudah didapat, maka perusahaan yakin penjualan tahun ini bisa naik 7 persen dari tahun lalu yaitu Rp 336,5 miliar. Dengan rincian ekspor Rp 15 miliar, penjualan business to customer Rp5,5 miliar, proyek Rp26 miliar, dan regular bisnis Rp290 miliar.
"CINT memiliki produk yang beragam sehingga CINT bisa meraih kenaikan penjualan dari banyak sektor. Dengan inovasi dan banyaknya jenis produk CINT maka ke depannya kami yakin CINT akan bisa meningkatkan penjualan dan net profitnya," tutup Adi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI
-
Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April
-
Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?
-
Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah
-
Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi
-
Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I
-
Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK
-
Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini