36 anggota dari 10 fraksi di Komisi VI DPR menandatangangi surat laporan dugaan pelanggaran etika ke Mahkamah Kehormatan Dewan atas nama Ketua DPR Ade Komarudin. Laporan ini dilakukan karena Ade memindahkan sejumlah BUMN yang seharusnya merupakan mitra Komisi VI menjadi mitra Komisi XI.
"BUMN itu ada di Komisi VI, sekarang tiba-tiba Komisi XI ingin memasukan BUMN," kata Anggota Komisi VI Bowo Sidik Pangarso, di DPR, Kamis (13/10/2016).
Hal ini diketahui ketika Komisi XI melakukan rapat dengan sejumlah BUMN beberapa waktu lalu. Komisi VI pun langsung melayangkan protes kepada Pimpinan DPR.
Namun, pimpinan DPR menyerahkan kepada pimpinan Komisi VI dan Komisi XI untuk melakukan pertemuan dan membahas masalah ini dengan catatan bila tidak ada hasil, maka keputusan dikembalikan kepada aturan semula.
"Pada kenyataanya, Komisi XI masih memanggil BUMN itu. Padahal mitra BUMN, sesuai paripurna pada 2014, adalah Komisi VI," kata dia.
Menurutnya, BUMN yang bermitra dengan Komisi VI merupakan hasil keputusan Paripurna. Karenanya, kalau memang ingin dipindahkan ke Komisi XI, maka harus dengan persetujuan paripurna juga.
"Kalau kita sih akan menerima keputusan. Kalau DPR menginginkan BUMN bermitra dengan Komisi XI dan diputus di Paripurna, kita sih nggak apa-apa. Kita kan hanya mengikuti aturan," politikus Golkar ini.
Dia melaporkan Ade Komarudin ke MKD karena Ade adalah penanggungjawab pimpinan DPR dan pemberi kuasa untuk memanggil mitra untuk rapat bersama Komisi di DPR. "Yang menyurati Kementerian DPR itu kan Ketua DPR," kata dia.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua MKD Syarifudin Suding mengatakan akan memverifikasi laporan ini. Ada 4 orang Anggota Komisi VI yang menjadi perwakilan dan membawa sejumlah bukti untuk penguatan laporannya.
Dalam laporan ini, Ade Komarudin diduga melanggar kode etik karena bertugas tidak seusai tupoksi dan kewenangannya sebagai Pimpinan DPR sesuai dengan UU nomor 17/2014 tentang MD3.
"Saya kira, Itu nanti di verifikasi terlebih dahulu, ini baru sebatas pengaduan," tandas politisi Partai Hanura itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
BEI Jatuhkan 294 Sanksi ke 142 Emiten pada Januari 2026, Mayoritas Gara-gara Ini
-
BPS: Impor Migas Masih Dominan di Awal Tahun, Melonjak 27,52%
-
BPKH Tuntaskan 95,69 Persen Rekomendasi BPK Sepanjang 2025
-
Jaga Kepercayaan Publik, 1.647 SPBU Pertamina Diperketat Pengawasan Mutunya
-
Bursa Kripto Jadi Acuan Harga Emas Dunia saat Pasar AS Tutup di Tengah Perang
-
Harga Bitcoin Goyang di Awal Ramadan, Fenomena Musiman atau Sekadar Spekulasi?
-
Perang Iran Ancam Inflasi Massal, OPEC+ Bersiap Tambah Pasokan BBM
-
NICE Kantongi Izin Pameran Bebas Pajak dan Bea Masuk
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Naik Drastis Efek Perang di Timur Tengah
-
Jaga Harga Bahan Pokok, BI Perkuat Kredit Pangan Jelang Idulfitri