Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Yusid Toyib menyerahkan pengelolaan satu Mobile Training Unit (MTU) atau unit pelatihan keliling kepada Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (12/10/2016).
"Para pekerja yang kompeten dan handal ini ditandai dengan memiliki sertifikat, dampaknya selain masyarakat di Sulawesi Utara lebih produktif, juga akan menghasilkan infrastruktur yang berkualitas,” kata Yusid dalam keterangan tertulis, Kamis (13/10/2016).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur termasuk Proyek Strategis Nasional di Sulut membutuhkan banyak tenaga kerja konstruksi terampil. Melalui MTU para pekerja konstruksi akan dikenalkan dan diajarkan pola kerja efektif dan efisien, khususnya keterampilan bidang batu, besi, dan kayu sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sehingga dapat memberikan hasil optimal pada pembangunan infrastruktur yang berkualitas.
“Dengan MTU, kami akan mendatangi dan melatih masyarakat hingga pelosok desa, kelurahan, kecamatan dan kantong-kantong proyek serta basis pekerja konstruksi di wilayah Sulut. Masyarakat yang belum atau sudah berpengalaman, dengan berbagai latar belakang, asal memiliki kemauan, kami yakin masyarakat di Sulut tidak hanya akan menjadi penonton pembangunan inrastruktur di wilayahnya sendiri,” tutur Yusid.
Seperti diketahui bahwa Peraturan Presiden Nomor 3/2016 dan Instruksi Presiden Nomor 1/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) telah menetapkan lima proyek strategis nasional di Sulut, diantaranya pembangunan infrastruktur Tol Manado-Bitung, jalan strategis non-tol penghubung Manado-Gotontalo, serta pelabuhan baru dan pengembangan kapasitas "Bitung International Hub Port".
Selain itu ada juga pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kota Bitung/Kabupaten Minahasa Utara serta pembangunan bendungan multifungsi Kuwil di Kabupaten Minahasa Utara. Kelima proyek akan bersentuhan langsung dengan tiga wilayah pemerintahan yaitu Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara serta Kota Bitung.
Pada kesempatan tersebut, Olly Dondokambey sangat mengapresiasi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi karena telah mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi terampil di Sulut dengan menyerahkan pengelolaan MTU tersebut, terlebih saat ini di Sulawesi Utara sedang banyak melakukan pembangunan sarana prasarana umum, gedung serta proyek strategis nasional. “Kami akan menggunakan MTU ini dengan maksimal khususnya untuk melatih para pemuda setempat agar lebih produktif, serta akan memaksimalkan penganggaran di APBD provinsi pada peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi yang handal dan kompeten,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat