Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (27/10/2016) ditutup naik sebesar 17 poin atau 0,32 persen ke level 5.416 setelah bergerak di antara 5.403-5.427. Sebanyak 142 saham naik, 159 saham turun, 97 saham tidak bergerak. Investor bertransaksi Rp9.008 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net sell) Rp59 miliar.
Pasar Amerika ditutup melemah pada hari Kamis seiring investor mencerna sejumlah hasil laporan earnings dan data ekonomi, sementara harga obligasi di se-luruh dunia mengalami penurunan. Dow Jones berfluktuasi naik turun, sebelum ditutp turun sekitar 30 poin. S&P juga berada dekat level flat hampir sepanjang sesi perdagangan, sebelum ditutup melemah 0.3 persen.
"Sementara Nasdaq ditutup melemah, turun sekitar 0.65 persen," kata Direktur PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, dalam keterangan resmi, Jumat (28/10/2016).
Pasar Eropa ditutup menguat seiring fokus investor terhadap earnings dan penguatan harga minyak diatas 50 Dolar AS per barel pasca meningkatnya optimisme pasar terhadap kesepakatan OPECuntuk membatasi produksi minyak sebesar 4 persen. FTSE ditutup dengan penguatan 0.41 persen di level 6986.57. DAX juga ditutup menguat tipis 0.07 persen di level 10717.08.
"Penguatan ini juga terjadi di saham Deutsche Bank yang ditutup menguat 0.6 persen diikuti oleh penguatan Barclays sebesar 4.8 persen saat pe-nutupan," ujar Hans.
Meski Bank Dunia menyatakan tingkat kemudahan berusaha di Indonesia membaik, hal itu belum tercermin dari realisasi investasi yang masuk. Bank Dunia pekan ini menaikkan ranking Kemudahan Berusaha atau ease of doing business Indonesia 15 peringkat ke peringkat 51. Hingga akhir triwulan III 2016, Badan Koordinasi Pe-nanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi pertumbuhan investasi Indonesia hanya sebesar 10,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tren pertumbuhan terlihat melambat jika melihat pada triwulan I-2016 tumbuh 17,58 persen year on year, dan pada triwulan II menjadi 12,2 persen. Semakin baik peringkat tingkat kemudahan berusaha maka daya tarik Indonesia di mata investor meningkat. Tetapi rupanya masih banyak hal yang memengaruhi investor untuk merealisasikan investasinya di Indonesia. Realisasi investasi di triwulan III biasanya selalu mengalami kenaikan. Jika kita ambil contoh pada tahun lalu, pertumbuhan realisasi investasi di triwulan III mencapai 17 persen. Angka itu meningkat dari dua triwulan sebelumnya, yaitu pada triwulan I tumbuh 16,89 persen dan triwulan II sebesar 16,27 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik
-
Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?