Bisnis / Keuangan
Jum'at, 11 November 2016 | 09:26 WIB
Sejumlah ruko disewakan di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

PT PP Properti Tbk (PPRO) menargetkan prapenjualan atau marketing sales sebanyak Rp1 triliun dari penjualan Caspian Tower di proyek Grand Sungkono Lagoon, Surabaya. Direktur PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, mengatakan unit di apartemen itu kini telah dipasarkan dan sudah dipesan sebanyak 60 persen dari total 560 unit yang dijual. Adapun, harga tiap meter persergi dibanderol Rp25 juta.

Sebelumya, di proyek yang sama, perusahaan bersandi saham PPRO juga telah menjual seluruh init di Venetian Tower, menara pertama yang dipasarkan di Grand Sungkono Lagoon. Ia menambahkan, perseroan juga telah mendapat pinjaman dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. sebesar Rp325 miliar. Pinjaman dari BTN berjangka waktu lima tahun dengan bunga pinjaman 9,5 persen per tahun.

"PPRO juga mendapat masa tenggang atau grace peri-od selama dua tahun," kata Hans dalam keterangan resmi, Jumat (11/11/2016).

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) masih bisa membukukan kinerja positif hingga akhir September 2016. Pos pendapatan berulang (recurring income) menjadi salah satu pendorong kinerja PWON. Tren kenaikan harga sewa properti turut menjaga kinerja Pakuwon Jati.

Dalam beberapa tahun ke depan, bisnis sewa properti PWON bakal semakin moncer. Pendapatan property leasing PWON mencapai Rp524,3 miliar, jumlah itu tumbuh 16,2 persen year-on-year (yoy) atau 7,8 persen quarter-on-quarter (qoq).

Pada semester pertama tahun ini PWON mencatatkan tingkat okupansi (occupancy rate) sebesar 94,7 persen. Sementara rata-rata tingkat okupansi properti sewa di Jakarta hanya 91 persen. Pendapatan berulang dari sewa dan hotel mencapai 54 persen dari total pendapatan PWON dan gross margin dari recurring income terlihat stabil di level 55 persen.

"Harga sewa yang lebih tinggi di mal ritel akan menjadi pendorong utama pendapatan property leasing," tutup Hans.

Load More