Kesadaran pajak masyarakat yang masih rendah merupakan salah satu penyebab buruknya kepatuhan pajak. Buruknya kepatuhan pajak inilah yang mengakibatkan penerimaan pajak menjadi tidak optimal.
Hal ini dibuktikan dengan rasio pajak terhadap produk domestik bruto yang menunjukkan tren menurun selama 10 tahun terakhir ini. Untuk membantu memperbaiki hal tersebut, Direktorat Jenderal Pajak hari ini menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Membangun Budaya Bangsa melalui Edukasi Kesadaran Pajak dalam Sistem Pendidikan Nasional” di The Sultan Hotel, Jakarta, Selasa (15/11/2016).
"Acara ini untuk mendapat dukungan dan masukan dari berbagai pihak terkait integrasi pendidikan pajak dalam sistem pendidikan nasional," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Hestu Yoga Saksama.
Seminar yang diselenggarakan hari ini membahas mengenai pendidikan pajak sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional untuk membangun budaya taat pajak sejak dini. Seminar yang dibagi dalam tiga panel ini membahas peran dan dukungan otoritas pendidikan dalam edukasi kesadaran pajak, kesadaran pajak dalam pendidikan karakter, serta best practice penanaman kesadaran pajak di berbagai negara.
Hestu juga menekankan pentingnya pendidikan pajak sebagai upaya membangun fondasi jangka panjang bagi budaya kepatuhan pajak. Oleh karena itu, Dirjen Pajak menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas bantuan, dukungan dan kerjasama seluruh pihak termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi serta para pemerhati pendidikan untuk mengintegrasikan pendidikan pajak dalam kurikulum nasional.
"Dirjen Pajak juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dari The World Bank dan Australia Indonesia Partnership for Economic Governance (AIPEG) yang juga hadir dalam seminar ini untuk knowledge sharing pengalaman negara lain dalam meningkatkan edukasi pajak. Dirjen Pajak menegaskan komitmen jangka panjang Ditjen Pajak dan mengajak seluruh pihak untuk membangun kerjasama yang solid untuk menyukseskan program pendidikan pajak nasional," ujar Hestu.
Program pendidikan kesadaran pajak merupakan bagian dari pelaksanaan nota kesepahaman Kementerian Keuangan melaui Direktorat Jenderal Pajak dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2014) dan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (2016), serta Perjanjian Kerjasama Direktorat Jenderal Pajak dengan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (2016). Pada program ini, muatan kesadaran pajak disampaikan melalui kurikulum, pembelajaran, perbukuan dan kegiatan kesiswaan/ kemahasiswaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura
-
Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim
-
Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang
-
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
-
Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi
-
Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga
-
Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo
-
BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam
-
[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan