PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perseroan") dengan bangga mengumumkan telah selesainya akuisisi ConocoPhillips Indonesia Inc Ltd ("CIIL") dan ConocoPhillips Singapore Operations Pte. Ltd. (“CSOP”), keduanya merupakan anak perusahaan dari ConocoPhillips ("COP").
CIIL adalah operator dari PSC South Natuna Sea Block B PSC ("SNSB") dengan hak partisipasi sebesar 40 persen dan juga merupakan operator dari West Natuna Transportation System (“WNTS”). CSOP mengoperasikan Onshore Receiving Facility (“ORF”) di Singapura. Infrastruktur WNTS beserta jaringan pipa gas Malaysia akan terus memegang peran penting dalam mengkomersialisasikan temuan-temuan minyak dan gas yang ada dan aktivitas eksplorasi yang sedang berlangsung di kawasan Natuna.
Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi mengatakan bahwa prioritas utama pihaknya adalah untuk mempertahankan keamanan operasi dan keberlangsungan usaha. "Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mempertahankan organisasi yang ada dan melanjutkan rencana program pengeboran pada tahun 2017 dan seterusnya. Kami juga akan mempertahankan skala operasi dan infrastruktur kelas dunia SNSB termasuk standar kesehatan, keselamatan, lingkungan dan kinerja sosial yang terbaik di kelasnya," kata Roberto dalam keterangan tertulis, Kamis (17/11/2016).
Hilmi Panigoro, Direktur Utama MedcoEnergi, mengatakan bahwa setelah pihaknya menyelesaikan akuisisi PT Newmont Nusa Tenggara, transaksi ini adalah tonggak penting kedua bagi Perseroan tahun ini. "Dengan penambahan SNSB, MedcoEnergi tidak hanya akan mendapatkan kemampuan operasi minyak dan gas lepas pantai terintegrasi kelas dunia, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam independen di Indonesia," ujar Hilmi dalam kesempatan yang sama.
MedcoEnergi adalah perusahaan publik energi dan sumber daya alam terpadu di Indonesia serta memiliki kepemilikan signifikan di industri kelistrikan dan industri jasa terkait disamping bisnis inti kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Indonesia dan kawasan Timur Tengah, Afrika Utara dan Amerika Serikat.
Dokumen ini berisi proyeksi, rencana, strategi bisnis, kebijakan dan tujuan dari PT Medco Energi Internasional Tbk ("Perseroan"), yang dapat digolongkan sebagai pernyataan ke depan dalam pengertian perundang-undangan yang berlaku. Pernyataan tersebut pada dasarnya mengandung risiko dan ketidakpastian yang dapat terbukti tidak benar dan menyebabkan hasil aktual berbeda secara material dari yang tersurat atau tersirat dalam pernyataan ini. Perseroan tidak menjamin bahwa tindakan yang diambil sehubungan dengan dokumen ini akan membawa hasil tertentu seperti yang diharapkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan
-
Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi
-
WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat
-
Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas
-
Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN
-
Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja
-
Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik
-
Purbaya Ungkap Harga BBM Stabil karena Ditanggung Pertamina Sementara
-
Harga BBM Tak Naik, Purbaya Akui Anggaran Subsidi Bengkak hingga Rp 100 Triliun
-
IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya