Rencana aksi unjuk rasa yang rencananya akan digelar pada Jumat, 2 Desember 2016 mendatang, ternyata membuat para pengusaha menjadi was-was. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menganggu kondisi roda perkonomian di Indonesia. Pasalnya, dalam aksi damai terbut bukan hanya diikuti oleh organisasi masyarakat namun para buruh akan melakukan aksi mogok nasional. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat dalam diskusi di Warung Daung Cikini dengan mengangkat tema “Dampak Ekonomi Demo 411”.
“Kalau was-was itu pasti. Karena, ditengah kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya pulih saat ini, jika ada aksi unjuk rasa yang terus terjadi, tak bisa dipungkiri dapat menganggu perekonomian. Berkaca pada 4 November lalu, dimana banyak kinerja industri yang terganggu,” kata Ade di Jakarta, Rabu (30/11/2016).
Selain itu, lanjut Ade, Jangankan isu demo esok hari, saat ini tiket pesawat untuk penerbangan ke luar negeri bahkan sudah habis dipesan. Hal ini imbas adanya isu rencana aksi 25 November mendatang.
"Jangankan yang besok. Yang masih jauh hari, katanya 25 November mau ada demo saja sudah direspons. Tiket pesawat ke luar negeri ke Singapura, ke Malaysia dan lain-lain itu sudah full booked. Karena, isu yang diangkat ini terlalu banyak dan justru menjadi simpang siur. Jelas membaut pengusaha menjadi was-was,” katanya.
Apalagi, kata Ade, Desember bertepatan dengan waktu orang berlibur. Hal ini dikhawatirkan dapat menganggu pergerakan perekonomian di Indonesia. oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada para pengunjuk rasa untuk menghentikan aksi mereka, atau paling tidak melaksanakan aksi unjuk rasa bisa berjalan damai. Menurutnya, sudah tidak ada alasan kuat untuk melaksanakan aksi unjuk rasa.
Apalagi, proses hukum terhadap Ahok sudah berjalan. Presiden Jokowi sementara itu meminta kepada masyarakat, termasuk pengusaha untuk tetap tenang. Pemerintah menjamin, aksi demonstrasi akan berjalan aman. "Tidak akan ada apa- apa, kemarin kapolri juga sudah memberikan jaminan keamanan," katanya.
Seperti diketahui, pada 2 Desember 2016, serikat pekerja yabg tergabung dalam KSPI akan menggelar unjuk rasa dan melakukan aksi mogok nasional di 250 kabupaten/kota di 20 provinsi untuk menyuarakan tiga tuntutan. Pertama, meminta pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan tolak upah murah. Tuntutan kedua, meminta kenaikan upah minimum 15-20 persen, dan ketiga, penegakan hukum terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan