Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Rabu (1/2/2017), mengumpulkan seluruh anggota Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta, untuk membahas Rencana Kerja Pemerintah tahun 2018.
Saat memimpin jalannya rapat kabinet paripurna yang dihadiri seluruh anggota Kabinet Kerja tersebut, Presiden menegaskan kepada setiap Kementerian/Lembaga harus fokus pada pencapaian program yang berorientasi pada hasil.
Meski demikian, program yang dijalankan tetap harus berpedoman pada ketentuan yang berlaku.
"Pastikan juga bahwa program-program di Kementerian dan Lembaga yang Saudara-saudara pimpin betul-betul produktif dan berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, ini penting sekali digarisbawahi, dan membuka lapangan pekerjaan, mengentaskan kemiskinan serta menekan ketimpangan," kata Jokowi.
Selain itu, Presiden Jokowi juga memberikan instruksi kepada para jajarannya untuk mencermati secara rinci program-program prioritas dari setiap Kementerian/Lembaga sekaligus memastikan upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan dapat berjalan dengan baik.
“Peningkatan besaran anggaran harus betul-betul memiliki kontribusi pada capaian hasil. Jadi orientasi kita adalah orientasi hasil bukan orientasi prosedur. Tapi prosedur tetap mengikuti," tegas Jokowi.
Di tahun 2017 ini, peningkatan anggaran terjadi di beberapa kementerian. Presiden juga memerintahkan agar alokasi dana tersebut dapat didistribusikan ke daerah dengan melibatkan badan usaha kecil dalam proyek-proyek pemerintah.
“Agar rakyat itu juga mendapatkan porsi kuenya, agar kontraktor yang ada di daerah juga mendapatkan porsi kuenya. Diperbanyak padat karyanya. Dilibatkan sebanyak mungkin kontraktor yang ada di daerah, kontraktor kecil, kontraktor menengah agar mereka belajar juga mengenai proyek yang besar,” ucapnya.
Baca Juga: Jokowi Lakukan Tendangan Pertama, Pagar Maguwoharjo Dirubuhkan
Untuk itu, fungsi pengawasan secara langsung harus dilakukan untuk menjamin berjalannya program yang berkualitas, transparan, dan akuntabel.
"Jangan sampai terjadi deviasi atau penyimpangan. Ini harus dicegah dari awal," ujarnya lebih lanjut.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo juga mengajak seluruh jajarannya untuk bersama-sama bersinergi antara pusat dan daerah guna mewujudkan program pemerintah yang efektif dan efisien.
"Di level pusat saya minta Menko untuk memastikan implementasi dari program yang lintas kementerian, lintas lembaga, maupun pusat ke daerah agar bisa saling sinkron, tidak bertabrakan. Yang paling penting juga lebih efisien" tegasnya.
Kepala Negara menyatakan bahwa kunci efektivitas pelaksanaan program pemerintah adalah saling bersinergi, berkoordinasi dan berkonsolidasi yang baik antara pusat dengan daerah. Begitu juga dengan inefisiensi anggaran yang masih ditemukan di sejumlah kementerian/lembaga.
"Saya mencermati masih ada potensi inefisiensi di dalam anggaran akibat setiap kementerian/lembaga masing-masing merencanakan dan menganggarkan untuk sesuatu yang sama," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya
-
LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih
-
Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau
-
Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya