Suara.com - Anda adalah anggota BPJS kesehatan? Ingin menggunakan BPJS saat berobat di rumah sakit? Ada baiknya untuk mengetahui sistem dan prosedur rujukan terlebih dahulu. Sistem dan prosedur ini wajib adanya untuk diikuti dan dipatuhi oleh semua anggota yang tergabung dalam BPJS kesehatan. Sistem yang diterapkan juga berbeda dengan sistem asuransi kesehatan pada umumnya.
Dalam dunia BPJS kesehatan dikenal istilah sistem rujukan. Tujuannya adalah agar pelayanan kesehatan dilakukan secara bertahap dimulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga ke tingkat berikutnya.
Banyak orang yang mengalami kesulitan saat menggunakan layanan BPJS untuk berobat. Hal tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman dari masyarakat tentang tata cara penggunaan layanan BPJS.
Hal ini tentu saja dapat diantisipasi seandainya masyarakat memahami dengan baik bagaimana sistem rujukan bekerja.
Kurangnya pemahaman membuat banyak orang yang mengeluh bahkan komplain tentang layanan BPJS kesehatan. Untuk mengikuti sistem rujukan, berikut ini akan dibahas apa saja tips yang harus dipahami untuk memanfaatkan jaminan BPJS kesehatan dengan baik.
Fasiltas Kesehatan I (FasKes I) Sangatlah Penting
Jika ingin berobat dengan menggunakan BPJS, maka Anda harus pergi ke fakses I atau faskes primer terlebih dahulu. Anda tidak bisa langsung pergi ke rumah sakit tujuan tanpa adanya surat rujukan dari faskes I. Kalau hal tersebut tidak lakukan, sudah pasti Anda tidak akan diterima untuk berobat di rumah sakit tersebut.
Selain itu, Anda juga harus pergi ke faskes I yang tercantum di dalam kartu BPJS Anda. Jadi tidak boleh sembarangan, kecuali berada dalam kondisi gawat darurat.
Jadi hal yang perlu diingat adalah pergi ke Faskes I terlebih dahulu, sesuai dengan Faskes I yang tercantum pada kartu BPJS Anda.
Memilih FasKes I
Ini adalah hal yang tidak kalah penting. Pilihlah Faskes yang mudah untuk dijangkau, dan usahakan tidak jauh dari tempat tinggal karena hal tersebut nantinya akan merepotkan ketika ingin berobat. Saat ingin mendaftar, pastikan Anda melakukan survei terhadap faskes I terlebih dahulu.
Baca Juga: Bekerja dari Rumah Ternyata Bisa Picu Stres dan Insomnia
Adapun kriteria yang harus dipenuhi saat memilih Faskes I, antara lain:
- Lokasinya dekat dengan rumah
- Buka selama 24 jam. Jadi ketika penyakit tiba-tiba menyerang di tengah malam, Anda masih melakukan rujukan setiap saat yang pastinya akan sangat membantu Anda.
- Jika memilih untuk berobat di puskesmas, pastikan untuk mengetahui jadwal buka dan tutup puskesmas tersebut.
- Sebaiknya pilihlah Faskes I dengan layanan yang lengkap, misalnya tersedianya dokter spesialis, dan lain sebagainya.
BPJS Tetap Bisa Digunakan di Luar Kota
Perlu diketahui bahwa BPJS berlaku secara nasional. Jadi ketika Anda berada di daerah lain dan tiba-tiba mengalami sakit, maka Anda masih bisa untuk menggunakan layanan BPJS. Namun sebelumnya, Anda perlu terlebih dahulu mengunjungi kantor BPJS terdekat untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Bisakah Jika Tidak Rujukan?
Jika berada dalam kondisi gawat darurat, maka Anda tidak harus memiliki rujukan boleh untuk datang langsung ke rumah sakit tujuan. Perlu diingat, rujukan hanya boleh tidak dibuat jika memang berada dalam kondisi gawat darurat. Kondisi gawat darurat menurut anggota BPJS belum tentu sesuai dengan kondisi gawat darurat menurut ketentuan BPJS kesehatan. Maka dari itu, Anda perlu mengetahui dan memahami kondisi darurat seperti apa yang dimaksudkan.
Bisakah Melakukan Klaim ke BPJS?
Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sering sekali timbul bagi pengguna layanan BPJS kesehatan. Saat pengguna BPJS kesehatan berada dalam kondisi “sakit” maka ia hanya akan bisa berobat dan akan ditangani dengan Fasilitas Kesehatan yang sudah bekerjasama dengan BPJS tersebut. Dengan demikian, pasien tersebut tidak perlu lagi untuk mengeluarkan uang saat menjalani proses pemulihan kesehatan.
Bisakah Mengganti Faskes I?
Ini juga menjadi pertanyaan yang sering muncul. Tentu saja, Anda diperbolehkan untuk mengganti Fasilitas Kesehatan I (Faskes I) tetapi dengan ketentuan Anda harus menjadi anggota terlebih dahulu selama minimum 3 bulan.
Jika selama ini masih merasa bingung mengenai sistem rujukan dalam BPJS, diharapkan setelah membaca artikel ini Anda menjadi mengerti bagaimana prosedur yang harus dilakukan. Semoga bermanfaat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri