Para pejabat Federal Reserve AS mengungkapkan keyakinan mereka dalam perekonomian dan berharap kenaikan suku bunga berikutnya akan "segera" diputuskan, risalah pertemuan kebijakan moneter terbaru Fed menunjukkan pada Rabu (22/2/2017).
"Banyak peserta menyatakan pandangan bahwa mungkin tepat untuk menaikkan suku bunga federal fund lagi secepatnya jika informasi yang masuk tentang pasar tenaga kerja dan inflasi sejalan dengan atau lebih kuat dari ekspektasi mereka saat ini," kata risalah pertemuan kebijakan moneter terbaru Fed yang digelar pada 31 Januari dan 1 Februari Beberapa pejabat mencatat bahwa mungkin tepat untuk bergerak "berpotensi pada pertemuan mendatang", yang akan memungkinkan fleksibilitas bank sentral lebih besar dalam menanggapi perubahan dalam perekonomian. The Fed dijadwalkan mengadakan pertemuan kebijakan berikutnya pada 14 dan 15 Maret.
Dalam pertemuan 31 Januari - 1 Februari, The Fed mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah. Pekan lalu, Ketua Fed Janet Yellen mengatakan di hadapan Kongres bahwa Fed akan mempertimbangkan apakah akan menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang, meninggalkan pintu terbuka untuk kenaikan suku bunga pada Maret.
Pejabat-pejabat Fed juga menekankan ketidakpastian kebijakan pemerintahan Trump.
"Sebagian besar peserta terus melihat ketidakpastian yang meningkat mengenai ukuran, komposisi, dan waktu kemungkinan perubahan kebijakan-kebijakan fiskal pemerintah dan lainnya," kata risalah.
Para pejabat Fed terus melihat kemungkinan kebijakan fiskal ekspansif dapat meningkatkan risiko-risiko positif terhadap perkiraan ekonomi mereka, sementara beberapa mencatat bahwa beberapa potensi perubahan kebijakan pemerintah dapat menimbulkan risiko negatif. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Pelabuhan Karimun Masuk Radar Sanksi Uni Eropa terkait Distribusi Minyak Rusia
-
Strategi Bank Mandiri Taspen Perkuat Ekosistem Pensiunan
-
Pandu Sjahrir: Moodys Hanya Minta Kejelasan Arah Kebijakan Pemerintah
-
Kemenhub Deadline Kapal Penyeberangan: Bereskan Izin atau Dilarang Mudik
-
Kilau Emas Menggoda, Pembiayaan BCA Syariah Melesat 238 Persen
-
Antisipasi Mudik Lebaran 2026, KSOP Tanjung Wangi Siagakan 55 Kapal di Selat Bali
-
Skandal Ribuan Kontainer China: Mafia Impor Diduga Gerogoti Institusi Bea Cukai
-
Kinerja 2025 Moncer, Analyst Rekomendasikan 'BUY' Saham BRIS
-
BPDP Akui Produktivitas Sawit Indonesia Kalah dari Malaysia
-
Pemerintah Umumkan Jadwal WFA Periode Ramadan-Lebaran, Berlaku buat ASN dan Swasta