Perbaikan Jalan Raya Cikijing-Darma Kabupaten Kuningan, Jawa Barat (Jabar) yang longsor 17 Februari lalu, tengah dilakukan perbaikan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI, Ditjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Akibat longsor, lalu lintas dari Kabupaten Kuningan menuju Cikijing Kabupaten Majalengka terputus. Jalan ini juga menjadi jalur utama arus mudik yang menghubungkan Cirebon (Jabar Utara) dan Ciamis (Jabar Selatan).
Pada saat mengunjungi lokasi tersebut, Kamis (23/2/2017), Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto menargetkan ruas jalan tersebut sudah bisa dilintasi sebelum arus mudik lebaran 2017.
Ditambahkannya kejadian longsor terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi, yakni selama tiga hari berturut-turut, sehingga menyebabkan debit air yang tertampung pada cekungan sebelah barat arah Cikijing sangat besar dan inlet gorong-gorong juga tidak mampu menampung air.
"Disamping itu tersumbatnya gorong-gorong yang berdiameter satu meter membuat tanah jenuh dan lereng tidak stabil sampai terjadinya longsor," jelas Arie dalam keterangan resmi, Sabtu (25/2/2017)..
Bencana longsor membuat lubang yang memutus jalan sedalam 5-13 meter dengan lebar 9-24 meter dan panjang 30 meter. Bahkan bisa bertambah panjang hingga 50-60 meter apabila tidak segera ditangani.
Perbaikan yang dilakukan akan bersifat permanen untuk mencegah longsor serupa terulang. Saat ini telah selesai dilakukan survey topografi dan uji geoteknik untuk menentukan desain penanganan permanen longsoran tersebut.
Penanganan permanen longsoran berupa perkerasan AC-WC setebal 4 sentimeter, Bahu Jalan agregat kelas B setebal 15 sentimeter, pemasangan dinding penahan tanah beton dengan spunpile, dan box culvert dengan lean concrete.
Panjang penanganan 60 meter dengan lebar badan jalan 7 meter dan bahu jalan 3 meter. Sedangkan estimasi biaya penanganan teknis longsoran ruas Cikijing-Darma ini sebesar Rp4,3 miliar.
Baca Juga: Kementerian PUPR Bangun Sarana Air Baku di Kepulauan Obi
Selama pekerjaan berjalan, telah dilakukan pengalihan lalu lintas bagi kendaraan dengan melewati Desa Jagara - Sakerta Timur - Sakerta Barat - Sukarasa - Cipasung - jalan nasional/simpang Cipasung.
Untuk kendaraan roda enam atau lebih dialihkan kembali menuju Jalan Raya Caracas Sumber Rajagaluh Majalengka, begitu pula sebaliknya.
"Kementerian PUPR menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama masa perbaikan berlangsung dan menghimbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta berhati-hati dalam berkendara demi keselamatan bersama," tutup Arie.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok
-
Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay
-
Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen
-
IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000
-
RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan
-
Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu
-
Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel
-
Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?
-
Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI