Pihak kepolisian kembali menangkap tujuh orang tersangka kasus dugaan penipuan dan pencucian uang Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Group. Tujuh tersangka baru berinisial RS, YM, TH, RMK, AK, RF, VL diringkus di kawasan Depok, Jawa Barat pada Minggu (26/2/2017) kemarin.
"Tujuh orang yang ditangkap di daerah Depok. Di perumahan Palem. Jadi total 14 TSK," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin (27/2/2017).
Menurut Argo ketujuh tersangka baru itu merupakan leader yang merupakan anak buah Salman Nuryanto, bos Pandawa Group yang lebih dulu ditangkap. Argo juga menyampaikan akan mendalami pengumpulan dana nasabah yang dilakukan para tersangka.
"Itu semua leader Diamond. Satu leader ada dananya di atas 2 M. Ini sedang diidentifikasi kira-kira leader ini uang itu digunakan apa saja. Kami sedang pilah dan teliti," katanya.
Kata dia, enam orang tersangka merupakan rekan Salman ketika masih berprofesi sebagai tukang bubur di Depok. Sedangkan satu tersangka merupakan tetangga Salman. Ketujuh orang tersebut kemudian direkrut Salman saat pertama merintis Pandawa Group.
"Enam orang itu temen Salman waktu jual bubur. Satu lagi adalah rumah dibelakang TSK. Jadi ini semua direkrut selain jadi leader jadi administrasi," kata Argo
Sejauh ini, polisi telah menerima 22 laporan aduan masyarakat yang menjadi korban investasi bodong. Data sementara yang dihimpun polisi, ada sebanyak 14 ribu orang yang menjadi korban.
"Perkembangannya kemarin sudah ada LP 22. Kemudian ada masyarakat datang mengadukan yang merasa tertipu dan masuk koperasi itu ada 1400 orang yang sudah masuk ke Polda Metro Jaya. Kita ingin mengetahui betul apakah yang datang itu bener atau orang lain," kata Argo.
Baca Juga: PPATK Dilibatkan Dalam Perburuan Aset Pandawa Group
Sebelumnya, polisi telah menetapkan tujuh tersangka yakni bos Pandawa Group, Salman Nuryanto, Madamine (leader Pandawa Group), Tatto, dan Subardi, Cici, Nani, dan Dakim.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI
-
Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was
-
Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan
-
Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!
-
Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya
-
Mandalika Racing Series 2026 Resmi Digelar, Pertamina Perkuat Pembinaan Pembalap Muda Indonesia
-
BNLI Bukukan Laba Bersih Rp920 Miliar pada Kuartal I 2026, Cek Likuiditasnya
-
AI Generatif Tingkatkan Proyeksi Karir dan Kinerja Developer Hingga dari 50 Persen
-
OJK Klaim Perbankan Kebal Guncangan: Kokoh di Atas Kertas, Waspada di Lapangan
-
Purbaya Ngotot Kejar Perusahaan Baja China Pengemplang Pajak