Suara.com - Penerapan program pengampunan pajak atau tax amnesty akan berakhir, Maret 2017 besok. Pemerintah menarik pajak yang selama ini belum dilaporkan sepenuhnya oleh para Wajib Pajak.
Pemerintah tetap menyiapkan berbagai upaya agar Indonesia tetap bisa menarik pajak. Sehingga tidak ada lagi tempat bersembuyi untuk para pengemplang pajak.
Pada 2018, Indonesia akan mengimplementasikan pertukaran informasi keuangan atau Automatic Exchange of Information secara otomatis pada tahun 2018. Indonesia akan terhubung ke dalam 101 negara yang ikut dalam keterbukaan informasi keuangan.
"Jadi ad ma 101 negara yang akan menerapkan AEol ini. Jadi kalau ada orang Indonesia yang menyimoan harta mereka di luar negeri akan segera diketahui oleh Ditjen Pajak, lewat AEol ini," kata Direktur Perpajakan Internasional Direktorat Jenderal Pajak, Poltak Maruli John Libery Hutagaol dalam Seminar di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (3/3/2017).
Keterbukaan informasi terkait keuangan ini tidak hanya berlaku di Indonesia. Jika ada negara lain yang mengincar informasi warga mereka yang menyimpan aset keuangan mereka di Indonesia, akan dapat diketahui dengan cepat.
"Misal, orang Singapura nyari data keuangan warga mereka di Indonesia. Akan kita serahkan. Begitupun kita jika ingin mencari harta orang Indonesia di negara lain, akan mudah kita lacak dan kroscek sesuai atau tidak dengan SPT nya," ujarnya.
Latar belakang dilakukan AEOI adalah karena pertukaran informasi by request belum memadai atau hanya menjangkau permasalahan tertentu dan terbatas, perencanaan pajak yang sangat agresif, maraknya penghindaran dan pengelakan pajak dan banyaknya Offshore Financial Center (OFG).
101 negara sepakat menerapkan AEOI. Masing-masing negara yang berkomitmen ikut AEOI, harus memiliki komitmen internasional, menandatangani semua perjanjian-perjanjian internasional yang disyaratkan berupa Tax Information Agreement.
Berikut perjalanan Indonesia sebelum akhirnya tahun 2018 mengikuti AEOI:
Baca Juga: Tolak Ikut Tax Amnesty, Ini Risiko yang akan Dihadapi Wajib Pajak
Komitmen Indonesia untuk implementasi AEOI mulai dari April 2009, G20 Leaders London Summit mendeklarasikan bahwa era kerahasiaan perbankan untuk kepentingan perpajakan telah berakhir.
September 2009, Indonesia bergabung menjadi salah satu anggota Global Forum on Transparency and Exchange of Information for Tax Purposes (Global forum).
November 2011, Indonesia yang diwakili Menteri Keuangan RI menandatangani Convention on Mutual Administrative Assistance in Tax Matters (MAC).
September 2013, G20 Leaders Saint Peterburg Summit mendeklarasikan dukunga atas pelaksanaan AEOI, baik secara bilateral maupun multilateral
November 2014, G20 Leaders Brisbane Summit mendeklarasikan komitmen untuk mengimplementasikan AEOI secara resiprokal Common Reporting Standard (CRS) mulai tahun 2017 atau tahun 2018
Januari 2015, Indonesia menyampaikan instrumen ratifikasi MAC kepada Coordinating Body (CB) Secretariat MAC di Paris,
Juni 2015, Indonesia yang diwakili oleh Menteri Keuangan RI menandatangani multilateral Competent Authority Agreement (MCAA) yang di dalam Annex F-nya mencantumkan komitmen Indonesia untuk memulai AEOI pada bulan September 2018.
Berita Terkait
-
Tolak Ikut Tax Amnesty, Ini Risiko yang akan Dihadapi Wajib Pajak
-
Menkeu Kecewa Cuma 628 Ribu Wajib Pajak Ikut Tax Amnesty
-
Sri Mulyani Tegaskan Ini Kesempatan Terakhir Ikut Tax Amnesty
-
Jokowi Sebut Pengampunan Pajak Hasilkan Penerimaan Rp112 Triliun
-
Jokowi Beri Kuis Berhadiah di Acara Farewell Tax Amnesty
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Dinkes Semarang Temukan Dugaan Pelanggaran SOP MBG, Penyebab Keracunan 707 Siswa Masih Diteliti
-
KPK Soroti Usulan Badan Khusus Pengelola Aset Rampasan, Efektivitas Jadi Pertimbangan
-
Persib Pecundangi Persija, Tapi Kehabisan Napas Jelang Lawan Persebaya
-
Ulasan Novel Arus Balik, Perjuangan Menghadapi Invasi Portugis di Malaka
-
Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun
-
Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman
-
Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
-
10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia
-
Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube
-
Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?