Direktur Karya Usaha Mandiri, Murtadho, mencontohkan, para peminjam wanita di koperasi tersebut sebagian besar mengajukan pinjaman dalam jumlah yang mereka yakin bisa mengembalikannya dan bukan berdasarkan kebutuhan.
Keempat, Menjaga hubungan baik dengan staf LKM di lapangan. Adanya kontak dengan staf LKM di lapangan juga memiliki pengaruh yang besar dalam mendorong para peminjam perempuan membayar kembali pinjaman mereka secara tepat waktu.
LKM biasanya mengadakan sebuah pertemuan kelompok mingguan di mana peminjam bertemu dengan petugas pinjaman dan melakukan transaksi seperti penerimaan pinjaman dan pembayaran angsuran.
Perempuan lebih sering berpartisipasi dalam pertemuan ini dibanding laki-laki, karena bagi banyak perempuan di pelosok daerah, pertemuan semacam ini merupakan sebuah kesempatan untuk keluar dari rumah dan menikmati sedikit waktu bersosialisasi.
Murtadho mengatakan koperasi yang dijalankannya dulu pernah memberikan pinjaman pada anggota laki-laki. Tapi tidak bertahan lama. Murtadho menyebutkan bahwa peminjam laki-laki memiliki tingkat pembayaran kembali yang rendah karena mereka enggan datang ke pertemuan rutin mingguan.
“Para pria hanya bertahan beberapa bulan saja dalam pertemuan rutinnya,” Kata Murthado.
Murrhado menegaskan bahwa para peminjam laki-laki merasa berat untuk datang ke pertemuan kelompok karena aktivitas mereka lebih banyak di tempat bekerja.
“Berbeda dengan kaum wanita, mereka tidak mengalami kesulitan untuk bisa kumpul dalam pertemuan dan repayment nya jauh lebih baik dibanding peminjam pria,” tambahnya.
Kelima, para peminjam perempuan lebih memiliki rasa tanggungjawab dibandingkan kaum pria.
"Peminjam kami percaya bahwa apapun yang terjadi, hutang harus dibayar,” kata Sugeng.
Tag
Berita Terkait
-
Utang Kartu Kredit Menumpuk, Lunasi dengan KTA Berbunga Rendah
-
Hingga 2019, ADB Beri Pinjaman 10 Miliar Dollar AS Ke Indonesia
-
Kocak! Warteg Ini Punya Cara Unik Mencegah Pelanggan Berutang
-
Utang Luar Negeri RI Naik Jadi 317 Miliar Dolar AS
-
Tahun Ini, Eximbank akan Terbitkan Surat Utang 5 Miliar Dolar AS
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik