Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengambil kebijakan melakukan integrasi sistem transaksi jalan tol Jakarta-Tangerang (segmen Simpang Susun Tomang-Tangerang Barat) yang dioperasikan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan Ruas Tol Tangerang–Merak (segmen Tangerang Barat-Cikupa) yang dioperasikan oleh PT Marga Mandalasakti.
Kebijakan tersebut sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 214.1/KPTS/M/2017 tentang Penetapan Tarif dan Sistem Pengumpulan Tol Secara Integrasi pada Jalan Tol Jakarta-Tangerang dan Jalan Tol Tangerang-Merak segmen Simpang Susun Tomang-Tangerang Barat-Cikupa yang berlaku mulai tanggal 9 April 2017.
Integrasi ini dilakukan dengan meniadakan transaksi di Gerbang Tol (GT) Karang Tengah sehingga diharapkan pelayanan terhadap pengguna tol dapat ditingkatkan dan kepadatan yang terjadi di GT. Karang Tengah terdistribusi di beberapa titik.
Memasuki hari kedua, pemberlakuan integrasi, dari hasil pantauan pada Senin pagi (10/4) di GT. Karang Tengah yang biasanya terjadi kemacetan panjang, kini sudah tidak terlihat lagi. Namun dari hasil evaluasi yang dilakukan, kepadatan terjadi pada gerbang tol asal dan gerbang tol tujuan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf karena masa sosialisasi yang cukup pendek, untuk itu kami telah menginstruksikan kepada PT. Jasamarga (PT. JM) dan PT. Marga Mandalasakti (PT. MMS) untuk terus melakukan sosialisasi lebih intensif dan luas kepada masyarakat pengguna jalan tol,” tutur Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna dalam jumpa pers Integrasi Sistem Transaksi Jalan Tol Jakarta – Merak, di Jakarta , Senin (10/4/2017). Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Operasi II PT. JM Surbakti Syukur dan Direktur Teknik dan Operasi PT. MMS Sunarto Sastrowiyoto.
Dengan adanya integrasi, maka bagi pengguna jalan tol dari Simpang Susun Tomang hingga Gerbang Tol Cikupa akan menggunakan sistem transaksi terbuka dimana pengguna jalan tol hanya melakukan satu kali transaksi dengan satu tarif (tarif integrasi). Sedangkan bagi pengguna jalan yang keluar di segmen Balaraja Timur hingga Merak, dikenakan tarif integrasi ditambah tarif Tol Tangerang-Merak sesuai dengan jarak tempuhnya. Transaksi dilakukan sekaligus di gerbang tol tujuan.
Hal yang sama juga berlaku bagi pengguna jalan dari Ruas Tangerang-Merak menuju Jakarta, pembayaran dilakukan di Gerbang Tol Cikupa sebesar tarif tol Tangerang-Merak ditambah tarif integrasi. Besaran tarif integrasi untuk kendaran golongan (Gol.) I Rp 7000, Gol. II Rp 9500, Gol. III Rp 12000, Gol. IV Rp 16000 dan Gol. V Rp 20000.
Antisipasi sebelum diberlakukannya kebijakan ini telah dilakukan oleh PT. JM dan PT. MMS. PT. JM membangun 51 Gardu Tol Otomatis (GTO), dimana yang telah rampung 26 GTO, dan ditargetkan selesai seluruhnya pada 23 April 2017. Pada masa awal integrasi ini, transaksi masih dapat dilakukan menggunakan kartu tol elektronik maupun tunai. Namun kedepannya semua transaksi dilakukan sepenuhnya menggunakan transaksi elektronik.
Baca Juga: Tahun 2017, Kementerian PUPR Teken Kontrak Proyek Rp59,26 Triliun
Sementara PT. MMS melakukan penambahan 3 gardu masuk arah Merak di Gerbang Tol Cikupa, sehingga total gardu masuk sebanyak 8 gardu terdiri atas 6 Gardu Tol Otomatis dan 2 Gardu manual. Penambahan 1 gardu off ramp Cikupa, total menjadi 3 gardu dan menambahkan lajur keempat ruas Tangerang Barat/Bitung-Cikupa.
Untuk mengurangi antrian, PT. JM dan PT. MMS juga menurunkan Petugas Jemput Transaksi (PUTTRA). Sedangkan untuk rekayasa lalin, petugas di lapangan akan mengarahkan lalu lintas keluar gerbang tol saat terjadi antrian panjang dan pemasangan rambu traffic cone agar tidak terjadi crossing lalu lintas keluar tol.
Sementara itu, Suradi, salah satu penguna tol menyambut baik integrasi pembayaran jalan tol dengan menghilangkan transaksi di GT Karang Tengah. Mengenai tarif, Suradi tidak mempermasalahkan jika ada sedikit kenaikan ketika beberapa gardu tol yang terintegrasi dengan jalan tol Jakarta-Tangerang-Merak ini. "Tidak masalah, sepanjang bisa lebih lancar hingga pintu keluar," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan
-
Jogja Run'nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari, Ada Hadiah Umroh hingga Trip ke Turki