Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung percepatan pemerataan ekonomi dan mengurangi kesenjangan antar wilayah melalui pembangunan infrastruktur. Salah satu provinsi di Indonesia bagian timur yang gencar dalam pembangunan infrastruktur PUPR adalah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Pembangunan jalan di wilayah timur Indonesia tidak hanya untuk konektivitas, namun juga untuk mengurangi biaya angkut logistik,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, Rabu (12/4/2017).
Pembangunan infrastruktur yang dialokasikan Kementerian PUPR di Provinsi Sultra mencapai Rp1,57 triliun. Dana tersebut terbagi atas infrastruktur untuk mendukung ketahanan air dan kudaulatan pangan Rp553,88 miliar, peningkatan konektivitas antar wilayah Rp825, 1 miliar, permukiman Rp119,93 miliar dan perumahan sebesar Rp80,8 miliar.
Salah satu proyek prioritas untuk memperlancar arus lalu lintas adalah pembangunan Jembatan Teluk yang dibiayai dengan dana sebesar Rp 729 miliar. Jembatan Teluk Kendari mulai dibangun Agutus 2016 dan progres fisiknya sudah mencapai 13,16 persen dan ditargetkan berfungsi penuh pada 2018. Panjangnya 1.348 meter dengan lebar 20 meter serta memiliki empat lajur.
Jembatan Teluk Kendari dibangun untuk mendukung jaringan jalan nasional dengan menghubungkan Jalan Lingkar Kendari pada link Kota Lama dan Poasia. Dengan terhubungnya jalan lingkar ini diharapkan pembangunan di Kota Kendari semakin meningkat. Jembatan Teluk Kendari juga direncanakan mendukung pengembangan pelabuhan Bungkutoko dan Kendari Newport yang ke depan akan menjadi pintu masuk bagi komoditi dari dan keluar Kota Kendari maupun provinsi Sultra serta menjadi penggerak perekonomian wilayah. Selain itu pemeliharaan rutin dan rehabilitasi jalan dan jembatan juga dilakukan untuk tetap menjaga standar jalan yang sudah ada.
Kementerian PUPR saat ini tengah membangun Bendungan Ladongi, salah satu bendungan baru yang dibangun pada Pemerintahan Joko Widodo. Bendungan yang juga masuk dalam proyek strategis nasional tersebut berdaya tampung 45,945 juta m3 dengan dana Rp 844 miliar. Manfaat dari Bendungan Ladongi, nantinya akan menjadi sumber air irigasi seluas 7.424 hektar, air baku sebesar 0,08 m3, potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 1,15 megawatt (MW) dan mereduksi banjir hingga 142 m3/detik serta potensi wisata.
Tidak hanya Bendungan Ladongi, Kementerian PUPR juga berencana untuk membangun Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe dengan daya tampung yang lebih besar lagi yakni, 822,26 juta m3. Pendanaan Bendungan Pelosika saat ini tengah dijajaki untuk mendapatkan pinjaman dari Pemerintah China. Manfaatnya yakni akan menambah areal irigasi yang terairi hingga 16 ribu hektar, air baku 0,2 m3/detik, PLTA 10 MW dan mereduksi banjir hingga 10.359 m3/detik.
Kementerian PUPR juga akan membangun dua pengamanan pantai sebagai pengendali daya rusak air yang diakibatkan abrasi dan erosi pantai yang terjadi terus menerus. Pengamanan pantai juga dilakukan untuk melindungi pemukiman warga yang tinggal di sekitar pantai.
Baca Juga: Kementerian PUPR Rampungkan Jembatan Basirih di Kalsel
Proyek pengamanan pantai yang pertama adalah Pengamanan Pantai Pulau Buton dengan biaya Rp 4,31 miliar. Proyek tersebut telah mencapai progres fisik 49,31 persen. Sementara pengamanan pantai kedua adalah Pengamanan Pantai Kota Raha yang saat ini progres fisiknya mencapai 17,46 persen. Untuk membangun pengamanan Pantai Kota Raha dibutuhkan dana sebesar Rp 5,63 miliar.
Kementerian PUPR juga menata kawasan di Sultra memalui program padat karya, pemerintah akan melakukan pembinaan dan pengembangan kawasan permukiman melalui program KOTAKU di 129 kelurahan dan program SANIMAS di empat kawasan. Sedangakan di sektor perumahan, akan disediakan rumah swadaya dengan target 3.000 unit, pembangunan rumah baru hingga 72 unit, pembangunan rumah khusus sebanyak 100 unit melalui program padat karya dan pembangunan 57 unit rumah susun sebagai program besarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Purbaya Cuek Usai Disebut Idiot-Bukan Orang Suci oleh Noel
-
Purbaya Ungkap Setoran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Diambil dari Kemenhan
-
Inggris Siapkan Rp80 Triliun untuk Perkuat Armada Kapal Indonesia
-
IHSG Akhirnya Kembali ke Level 8.000, Pasar Mulai Tenang?
-
Dolar AS Ambruk, Rupiah Ditutup Perkasa di Level Rp16.754 Sore Ini
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Ada Proyek Gentengisasi Prabowo, Purbaya Pikir-pikir Pangkas Anggaran MBG
-
Prabowo Sebut Tanaman Ajaib, Sawit Kini Berubah Arti Jadi 'Pohon' di KBBI
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Hashim: 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Sepihak Satgas PKH Bisa Ajukan Keberatan