Lippo Group akan segera mulai membangun kota mandiri baru berskala internasional bernama Meikarta. Peresmian proyek pembangunan kota mandiri Meikarta ini akan dilakukan pada Sabtu (13/5/2017), di Jakarta.
"Saat ini juga pemerintah pusat sudah mulai bergerak cepat membangun beberapa infrastruktur penting di kawasan Meikarta," kata Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group, James Riady, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (4/5/2017).
James menegaskan bahwa Lippo Group menjadikan koridor Jakarta-Bekasi-Cikarang-Bandung sebagai 'Shenzhennya RI' dan pusat ekonomi terpenting di seluruh tanah air. Untuk itu, segala upaya untuk mencukupi segala kebutuhan infrastruktur dasar yang menunjang pembangunan Meikarta juga tengah dilakukan.
Termasuk mengintegrasikan dengan infrastruktur publik yang juga tengah dibangun oleh pemerintah. Beberapa infrastruktur publik yang strategis yang tengah dibangun oleh pemerintah di kawasan Meikarta antara lain:
1). Kereta api cepat Jakarta-Bekasi-Cikarang-Bandung dengan investasi Rp65 trilliun.
2) Pembangunan Patimban Deep Seaport bernilai Rp40 trilliun.
3) Pembangunan lapangan terbang baru 'Kertajati International Airport' bernilai Rp23 trilliun.
4) Pembangunan APM Monorail menyatukan tujuh kota baru di sekitar Meikarta.
5) Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek Elevated Highway bernilai Rp16 trilliun.
Baca Juga: Lippo Group Bangun Kota Mandiri Jakarta Baru 'Meikarta'
"Tentu infrastruktur yang menghubungkan infrastruktur yang tengah dilakukan oleh pemerintah menuju kawasan Meikarta juga kami bangun sendiri," ujar James.
Dalam tahap pertama, Meikarta sudah memulai pembangunan 250,000 perumahan yang akan langsung menampung lebih dari satu juta komunitas perkotaan. Pembangunan Meikarta seluas 22,000,000 m2 tahap pertama sudah di rancang sejak 2014. Pekerjaan fisik sudah dimulai sejak Januari 2016 dengan dibangunnya sekaligus sampai seratus gedung cakar langit masing masing 35 sampai 46 lantai. Total pekerja yang akan mencapai 65,000 orang merupakan penciptaan lapangan kerja tersendiri.
Kondisi di lapangan menunjukan dinamika pembangunan seperti pembangunan Shenzhen pada tahap awalnya. 50 gedung sudah akan mulai siap dihuni pada bulan Desember 2018.
"Untuk tahap pertama, kami targetkan tuntas dalam tiga tahun," tutup James.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Disiplin dan Semangat Juang
-
BRI Beri Reward Spesial untuk Agen BRILink, Bisa Dapat Emas Batangan 2 Gram
-
Purbaya Ungkap Rahasia Indonesia Masih Kuat di Tengah Krisis Minyak
-
Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI
-
Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was
-
Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan
-
Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!
-
Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya
-
Mandalika Racing Series 2026 Resmi Digelar, Pertamina Perkuat Pembinaan Pembalap Muda Indonesia
-
BNLI Bukukan Laba Bersih Rp920 Miliar pada Kuartal I 2026, Cek Likuiditasnya