Suara.com - Modal usaha merupakan kunci mulainya usaha dan juga berjalannya usaha. Jika tidak memiliki modal maka usahapun tidak akan bisa dimulai dengan mudah. Banyak juga orang yang memulai usaha terkendala akan modal lalu batal dan kembali melanjutkan pekerjaan sebagai karyawan biasa atau lainnya.
Padahal dengan usaha mungkin anda bisa lebih berjaya, terutama sesuai dengan karir dan bakat dari masing-masing personalnya. Selain itu, modal usaha rata-rata didapatkan memang dari pinjaman dana atau juga kredit karena modal untuk usaha umumnya memiliki nominal yang lumayan besar. Lalu jika harus meminjam bagaimana keuangan pribadi anda?
Kekurangan Meminjam Modal
Ada beberapa kekurangan yang akan didapatkan jika anda ingin meminjam modal, yakni :
1. Kekurangan pertama yakni membebankan modal yang dipinjam dan dibayarkan setiap bulannya. Tentu hal seperti ini menambah pikiran sendiri dibandingkan dengan memiliki modal tanpa meminjam. Misalnya jika anda memiliki cicilan rumah, atau mobil tentu akan menambah pikiran dan mengocek dompet jika meminjam modal. Berbeda dengan milik pribadi.
2. Selanjutnya kekurangan yang ada adalah, dengan meminjam modal akan menjadi tanggung jawab tersendiri jika usaha tidak berjalan lancar. Misalnya, anda meminjam uang besar dan tidak akan tahu apakah kedepannya usaha anda berjalan lancar atau tidak, nah jika gagal? Maka anda tidak mendapatkan perputaran uang dari usaha.
Modal Selain Meminjam
Modal selain meminjam bisa didapatkan dari banyak hal, diantaranya :
Hibah Perusahaan
Hibah perusahaan merupakan dana hibah dari pemerintah atau dari swasta di mana dengan mendukung rencana pemerintahan yang ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat banyak perusahaan yang mulai menyediakan dana anggaran sendiri, tentunya tujuannya untuk menyukseskan misi tersebut. Umumnya dana bantuan modal usaha disalurkan lewat kompetisi usaha, namun untuk mendapatkan persyaratan juga tidaklah mudah.
Anda harus memenuhi persyaratan seperti proyek yang berjangka atau berpotensi panjang, memiliki potensi berkembang, usaha yang dijalankan dalam skala kecil namun memiliki sumbangsih untuk masyarakat.
Bagi Hasil Modal
Bagi hasil modal merupakan metode selanjutnya yang bisa dilakukan. Banyak pelaku usaha yang melakukan hal ini, di mana usaha kepemilikan bukan seluruhnya dimiliki satu orang saja. Setelah kontrak habis biasanya modal dikembalikan sesuai dengan awal modal diterima, sistem bagi hasil bisa dilakukan setiap bulan atau ditetapkan oleh kedua belah pihak. Umumnya yang melakukan ini adalah usaha perkebunan atau persawahan, atau sejenisnya. Di mana mereka menggunakan modal dan diberikan orang lain yang lebih pandai berusaha.
Setelah itu, pengusaha akan mengelola dan menghasilkan sehingga hasilnya kembali ke pemilik modal. Sebagian menganut bagi hasil dan sebagian lagi akan digaji sesuai seseorang bekerja di tempat atau perusahaan orang lain.
Modal Ventura
Modal ventura merupakan modal usaha yang mungkin agak lebih susah dan rumit, di mana suatu investasi dalam bentuk pembiayaan berupa penyetaraan modal ke sebuah perusahaan swasta, sebagai pasangan usaha untuk jangka waktu tertentu. Umumnya bentuk pemodalan tersebut tidak untuk dukungan dana saja melainkan pengelolaan manajemen dan bimbingan untuk menjalankan usaha.
Namun dalam modal ventura akan ada beberapa tahap seperti, paham dalam mendeskripsikan peluang usaha serta besar potensi pasar, memiliki latar belakang anggota tim, memiliki ulasan tentang persaingan bisnis serta memiliki alur keuangan yang jelas dan tertulis.
Modal Patungan
Modal patungan merupakan hal terakhir yang bisa didapatkan tanpa meminjam. Seringkali dilakukan banyak pebisnis dan juga pengusaha kecil-kecilan. Bisnis modal ini memang memiliki risiko seperti adanya oknum yang menipu dan juga mengakali pemilik modal dan pendiri usaha, namun untuk anda yang benar-benar ingin memiliki usaha maka modal bisa dikumpulkan dengan patungan. Misalnya pengusaha A sebesar 60%, lalu B, C dan seterusnya.
Jangan lupa beri batasan maksimal seseorang bisa gabung dalam pendirian usaha tersebut agar tidak pusing ketika usaha tersebut menghasilkan keuntungan. Selain itu modal patungan ini juga harus disesuaikan dengan kebutuhan usaha, jika sumbangan modalnya besar.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Harga Emas Hari Ini Naik, 11 Februari 2026 UBS dan Galeri 24 Kompak Meroket
-
Monorel vs LRT: Serupa tapi Tak Sama, Mana yang Lebih Unggul?
-
Cara Daftar dan Cek Penerima BSU Terbaru 2026
-
Apa itu FTSE Russell dan Dampaknya bagi Investor
-
Pelabuhan Karimun Masuk Radar Sanksi Uni Eropa terkait Distribusi Minyak Rusia
-
Strategi Bank Mandiri Taspen Perkuat Ekosistem Pensiunan
-
Pandu Sjahrir: Moodys Hanya Minta Kejelasan Arah Kebijakan Pemerintah
-
Kemenhub Deadline Kapal Penyeberangan: Bereskan Izin atau Dilarang Mudik
-
Kilau Emas Menggoda, Pembiayaan BCA Syariah Melesat 238 Persen
-
Antisipasi Mudik Lebaran 2026, KSOP Tanjung Wangi Siagakan 55 Kapal di Selat Bali