Mandiri Capital Indonesia (MCI) memimpin pendanaan untuk investasi senilai 500 ribu Dolar Amerika Serikat (AS) pada PrivyID, usaha rintisan di bidang teknologi finansial dengan produk tandatangan elektronik (digital signature). Dengan demikian, hingga Mei 2017, MCI telah memberikan penyertaan modal dikisaran Rp300 miliar kepada 7 usaha rintisan di bidang teknologi finansial.
Menurut Direktur Utama MCI Eddi Danusaputro, produk tandatangan elektronik memiliki peluang pasar yang sangat besar karena dapat digunakan klien-klien potensial seperti perusahaan multifinance, perbankan, ketenagakerjaan, waralaba, FinTech,outlet online, dan sebagainya, untuk meningkatkan efisiensi logistik perusahaan.
"Dengan tandatangan elektronik, penandatanganan dokumen bisnis dapat dilakukan secara digital sehingga para pihak tidak lagi perlu untuk berada di tempat yang sama ataupun mengirimkan dokumen dengan kurir. Inilah model bisnis terkini yang menawarkan paperless concept untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha akan efisiensi dan optimalisasi usaha,” jelas Eddi.
Sebagai investor, Eddi melanjutkan, pihaknya juga akan ikut mengembangkan PrivyID melalui pendampingan usaha dan dukungan promosi produk dengan memanfaatkan basis nasabah di Bank Mandiri Group.
Sementara itu, CEO dan pendiri PrivyID Marshall Pribadi menambahkan, produk tandatangan elektronik ini dapat digunakan oleh perseorangan maupun badan hukum untuk mengirimkan dokumen elektronik yang ditandatangani secara digital dengan integritas audit trail yang dapat ditelusuri.
“Kami memastikan bahwa produk tandatangan elektronik ini sangat aman dan memiliki otentisitas yang baik. Bahkan saat ini, kami tengah memproses lebih dari 3.500 tanda tangan digital per hari,” tambah Marshall.
Dilanjutkan Marshall, PrivyID yang telah mencatatkan lebih dari 500.000 pengguna itudiharapkan dapat memberikan nilai tambahkepada Mandiri Capital Indonesia.
“PrivyID akan berkontribusi dalam mendorong inovasi di Bank Mandiri, baik inovasi untuk internal proses maupun inovasi untuk mendorong kemudahan nasabah dalam bertransaksi di Bank Mandiri,” tutur Marshall.
Baca Juga: Bank Mandiri Terbitkan Obligasi PUB Tahap II Senilai Rp6 Triliun
Untuk mengakses produk ini, Marshall mengatakan, calon pengguna dapat mengakses melalui aplikasi yang tersedia di App Store (iOS), Google Play (Android), dan web app di web.privy.id.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB
-
BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak
-
Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T
-
Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?
-
Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos
-
Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
-
Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari