Tiga hari terakhir, masyarakat tanah air dihebohkan dengan kasus beras oplosan. Masalah tersebut mencuat saat terjadi penggerebekan sekaligus penyitaan ribuan ton beras oplosan milik PT Indo Beras Unggul di Jalan Rengasbandung KM 60, Kelurahan Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/7/2017) malam yang disertakan dengan uji laboratorium.
Menurut Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, ada perbedaan antara beras premium dengan beras bersubsidi. Perbedaan tersebut memiliki beberapa unsur, salah satunya adalah kandungan karbohidrat yang terkandung dalam beras. Pada beras premium, lanjutnya, kandungan karbohidrat hanya sebesar 25 persen, sedangkan pada beras kualitas rendah kandungannya hingga sebesar 80 persen.
Dari penggerbekan, diperoleh beras oplosan yang semula merupakan beras jenis IR 64 sebanyak 1.162 ton. Beras tersebut telah disita sebagai barang bukti. Diketahui, beras yang sudah terbungkus dalam kemasan beras premium itu siap diedarkan ke wilayah Jabodetabek. Adapun pelaku peredaran beras premium oplosan diduga oleh PT Indo Beras Unggul (IBU). IBU merupakan anak perusahaan dari emiten PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (AISA).
Namun tuduhan ini dibantah oleh Anton Apriyantono, Komisaris Utama PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk. "Saya kira disini ada kesalahan definisi beras oplosan. Kalau beras Pandan Wangi dicampur dengan beras IR 64, barulah itu beras oplosan," kata Anton saat dihubungi Suara.com, Minggu (23/7/2017).
Anton menegaskan TPSF selama ini menjual beras merek "Maknyuss dan "Cap Ayam Jago" dengan standar yang sesuai standar SNI untuk kategori beras premium. Menurutnya, tak mungkin perusahaannya menjual beras yang seharusnya pulen dengan beras yang seperti kerak. "Jadi dimana oplosannya?," jelas Anton.
Penggerebekan dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang terdiri dari Mabes Polri, Kementerian Pertanian (Kementan), dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Adapun pelaku peredaran beras premium oplosan diduga oleh PT Indo Beras Unggul (IBU). IBU merupakan anak perusahaan dari emiten PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (TPSF).
Penggerebekan yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavial diikuti oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Ketua KPPU Syarkawi Rauf, Ketua Satgas Pangan Irjenpol Setyo Wasisto, dan Sekjen Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih itu, berhasil mengamankan beras sebanyak 1.162 ton yang disimpan dalam gudang.
Keseluruhan beras merupakan beras jenis IR 64 yang sebagian telah dikemas ulang menggunakan kemasan beras premium, sehingga dapat dijual hingga tiga kali lipat dibanding harga beras jenis IR 64, yakni dari semula seharga Rp 7.000 per kilogram, dijual lebih mahal Rp 20.400 per kilogram.
Baca Juga: Mensos: Yang Diduga Dioplos di Gudang PT. IBU Bukan Beras Rastra
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN
-
Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi
-
Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir