UangTeman, pelopor pinjaman berbasis teknologi (financial technology/fintech) di Indonesia, mengumumkan saat ini telah memperoleh pendanaan Seri A dengan mengumpulkan total dana sebesar 12 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp 160,76 miliar (kurs BI Rp13.397) yang berasal dari investor baru maupun investor yang sudah ada. Pencapaian Seri A ini dipimpin oleh K2 Venture Capital Ltd, perusahaan patungan antara SGH yang terdaftar TIH Limited dan Loxbit pcl, anak perusahaan konglomerat Loxley pcl yang terdaftar di Thailand.
Adapun perusahaan lain yang turut berpartisipasi tercapainya pendanaan Seri A di UangTeman, yakni STI Financial Group, perusahaan manajemen aset yang berbasis di Hong Kong dengan nominal investasi yang tidak dapat diungkapkan. Dan juga dari Tim Draper, selaku founder perusahaan modal ventura dari Amerika Serikat (AS), Draper Associates sekaligus sebagai investasi besar pertamanya ke dunia startup di Indonesia serta investor yang sudah ada di UangTeman seperti Alpha JWC Ventures dan Teong Chee Hooi.
UangTeman diluncurkan pada bulan April 2015 sebagai pemberi pinjaman digital pertama di Indonesia yang menyediakan pinjaman usaha mikro tanpa jaminan untuk konsumen Indonesia hingga sebesar Rp 6 juta dengan jangka waktu pengembalian tidak lebih dari 30 hari. Sejak pertama kali hadir di Indonesia hingga periode 31 Desember 2016, UangTeman mengalami pertumbuhan lebih dari 300 persen dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di bawah angka 2 persen.
Saat ini, UangTeman merupakan fintech pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menyalurkan pinjaman kepada masyarakat secara aman dan transparan yang tersebar di 15 kota di seluruh Indonesia. Kota-kota yang sudah dilayani oleh UangTeman, antara lain Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi, Bogor, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bali, Makassar, Palembang, Lampung, Jambi, dan Balikpapan.
Perolehan dana Seri A di UangTeman ini merupakan momen yang menggembirakan. Alasannya, karena pada 21 Juni 2017, UangTeman secara resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai dengan Peraturan OJK (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016 mengenai layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi.
Aidil Zulkifli, CEO & Founder UangTeman, mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk mengukur akuisisi pelanggan yang menguntungkan di seluruh Indonesia dan sebagai investasi untuk melakukan penelitian maupun pengembangan secara berkelanjutan. Menurut Aidil, UangTeman berencana membuka Pusat Ilmu Pengetahuan dan Analitikal di Singapura dan India di mana penelitian lebih lanjut akan berfokus mengenai analisis pinjaman.
“Kami sangat senang dengan dukungan yang diperoleh dari investor lokal dan internasional, seperti K2 Venture Capital dalam penggalangan dana yang kompetitif ini. Visi kami tidak berubah untuk membangun pinjaman online yang berfokus kepada kepuasan pelanggan, di mana kami terus fokus secara unik untuk menciptakan pengalaman pinjaman terbaik dan menyenangkan bagi orang-orang di kawasan Asia Tenggara yang kurang beruntung. Kami akan berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan lebih lanjut yang memungkinkan kita dapat menyampaikan kebahagiaan tersebut kepada pelanggan kami nantinya, ” ujar Aidil dalam keterangan resmi, Senin (7/8/2017).
Selain itu, sebagai bagian dari kesepakatan investasi, Stanley Wang selaku Managing Director of K2 Venture Capital Ltd, akan bergabung dalam dewan direksi induk perusahaan PT Digital Alpha Group Pte Ltd. "Indonesia memiliki populasi yang sangat besar dan hampir seluruhnya sudah mengakses lewat saluran mobile serta secara online. Kami melihat, UangTeman sebagai pelopor yang paling menjanjikan di industri fintech yang tampak masih baru di Indonesia. Mereka memiliki tim manajemen yang dinamis dan berkomitmen untuk membangun platform waralaba maupun teknologi yang kuat. Oleh karena itu, kami optimistis bahwa mereka dapat sukses di pasar lain di kawasan ini, ” terang Stanley.
“Pangsa pasar untuk pinjaman mikro masih belum terlalu dimanfaatkan, dimana pemain paling signifikan masih bersifat offline. Kondisi inilah yang membuat Indonesia menjadi pasar yang menguntungkan bagi kreditur mikro online, seperti UangTeman. Sebagai pelopor pasar pinjaman mikro di Indonesia, kami percaya bahwa pertumbuhan UangTeman yang kuat secara berkelanjutan dengan kemampuan untuk meniru kisah suksesnya di pasar lain di ASEAN ,” ungkap Cyrus Wen, Partner, STI Financial Group.
Baca Juga: Dalam Dua Tahun, UangTeman Salurkan Pinjaman Rp100 Miliar
“ Kami sangat gembira bisa bermitra dengan tim yang luar biasa seperti UangTeman di Indonesia untuk melayani masyarakat yang belum tersentuh oleh sektor keuangan. Selama ini, masyarakat kelas menengah ke bawah di Indonesia masih kurang terlayani oleh lembaga keuangan utama, dan UangTeman memiliki potensi pasar yang paling luas untuk membangun bisnis berkelanjutan yang besar. Saya mengunjungi Indonesia pada bulan Juni tahun ini, dan terkesan bagaimana fintech berkembang sangat cepat di negara ini. Maka dari itu, betapa pentingnya UangTeman dalam pengembangan keuangan Indonesia, ” tambah Tim Draper, Founder & Managing Partner, Draper Associates.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia
-
Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala
-
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
-
PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028
-
Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI
-
Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih