Ekonom Konstitusi Defiyan Cori mengatakan bahwa usulan anggaran kajian pemindahan ibukota negara yang diajukan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dalam APBN Perubahan 2017 sebesar Rp7 miliar adalah sangat mubazir. Kebijakan ini dinilai sebagai tindakan inefisiensi dan tidak sensitif atas kondisi ekonomi dan keuangan negara serta kesulitan hidup yang dihadapi masyarakat saat ini.
"Penolakan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atas usulan tersebut patut kita apresiasi," kata Defiyan di Jakarta, Senin (7/8/2017).
Ada beberapa alasan tidak prioritasnya kajian pemindahan ibukota negara yang sedang diajukan anggarannya oleh Kementerian PPN/Kepala Bappenas mengingat defisit APBN yang cukup besar, sebagai berikut:
1. Kajian pemindahan ibukota negara ini bukanlah prioritas janji trisakti dan nawacita Presiden, justru akan semakin menjauhkan Presiden dari sasaran dan tujuannya
2. Isu pemindahan ibukota negara telah dilakukan melalui kajian juga oleh pemerintahan terdahulu dengan beberapa rekomendasi yang telah disampaikan kepada Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono
3. Dengan anggaran yang sangat besar atas usulan kajian baru yang disampaikan oleh kementerian bappenas setidaknya Presiden bisa mengalokasikan anggaran dimaksud untuk sektor-sektor yang lebih urgen dan prioritas dikerjakan pemerintah saat ini, terutama bagi peningkatan daya beli dan kesejahteraan masyarakat petani dan nelayan.
4. Mengacu pada pengalaman pemindahan ibukota dari negara lain tidaklah begitu tepat, disebabkan faktor-faktor dan alasan pemindahan sebuah ibukota negara tidaklah berdasarkan permasalahan umum, seperti kepadatan penduduk dan kemacetan saja akan tetapi ada faktor yang lebih mendesak (urgent)
5. Pengajuan kembali usulan kajian pemindahan ibukota negara ini semakin membuktikan bahwa fokus kementerian yang bersangkutan tidak terarah dan cenderung tidak produktif bagi mendukung kinerja Presiden dan pemerintahannya dalam memperkuat posisi koordinasi kementerian bappenas dalam perencanaan pembangunan nasional memenuhi program nawacita dimaksud.
Baca Juga: Wacana Pemindahan Ibu Kota, Sandiaga Fokus Bangun Jakarta
"Akan lebih baik dan bermanfaat jika anggaran Rp7 miliar untuk usulan kajian pemindahan ibukota negara itu dimanfaatkan untuk membantu stabilisasi harga pangan dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat kelompok petani dan nelayan yang saat ini mengalami penurunan daya beli," ujar Defiyan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026