Suara.com - Tim Sekretariat Negara mengunjungi Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan untuk menindaklanjuti rencana pemindahan Ibu Kota Republik Indonesia dari Jakarta ke Bumi Bersujud, hari ini.
Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Tanah Bumbu, Ardiansyah, mengatakan rombongan Sekretariat Negara akan tiba di Tanah Bumbu sekitar pukul 16.00 Wita.
"Rombongan tersebut akan tiba terlebih dulu di Bandara Syamsudin Noor lewat VIP Room Banjarbaru pukul 08.30-09.30 Wita menuju kediaman Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor di Banjarmasin," katanya dikutip dari Antara.
Selanjutnya pukul 09.30-12.00 Wita akan diadakan pertemuan tim Sekretariat Negara dengan Gubernur Kalimantan Selatan. 12.00-13.00 Wita dilanjutkan makan siang.
Pukul 13.00-13.30 Wita tim Sekretariat Negara naik pesawat ke Kabupaten Kotabaru. Kemudian pukul 13.50-14.30 Wita penerbangan dari Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru menuju Bandara Syamsir Alam Kotabaru.
Pukul 14.30-15.30 Wita tiba di Kotabaru melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Tanah Bumbu melalui jalur laut. Selanjutnya pukul 16.00 Wita penyambutan tim sekneg oleh pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.
"Informasi yang kami terima nanti ada tiga pejabat tinggi dan beberapa staf yang datang ke Tanah Bumbu. Mereka akan melakukan peninjauan selama tiga hari di beberapa titik yang sudah diprioritaskan oleh tim sekretariat negara," katanya.
Sementara ini, pemerintah daerah hanya menyiapkan penyambutan tim ke Kebapaten Tanbu karena sebagai salah satu calon ibu kota Negara RI bersama Kotabaru yang berlokasi di Pulau Kalimantan.
"Informasi terakhir Palangkaraya yang sempat menjadi calon Ibu Kota Negara gagal karena tidak memenuhi syarat. pasalnya daerah tersebut didominasi dengan daerah gambut. Sedangkan untuk kabupaten Tanah Bumbu tanahnya terbilang keras sehingga dianggap layak," katanya.
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Wacana, Ini Target Rinci Pemindahan ASN ke IKN yang Diteken Presiden Prabowo
-
Terungkap, Ternyata Ini Alasan Prabowo Belum Teken Keppres Pemindahan Ibu Kota
-
Apakah Indonesia Satu-satunya Negara yang Pindahkan Ibu Kota? Berikut Daftarnya
-
Ramai Disorot Anggaran Diblokir, DPR Soal IKN: Pemerintah Masih Punya Banyak Waktu Pindahkan Ibu Kota Sampai 2045
-
Singgung Transisi Pemindahan Ibu Kota, Riza Patria: PR yang Paling Berat Bagi Kepemimpinam Pram dan Rano
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat