Sekretaris Jenderal GAPPRI Hasan Aoni Aziz [suara.com/Julistania Arnando]
Pada tahun 2018, biaya cukai rokok akan naik 10,04 persen. Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia menilai kenaikan biaya cukai akan menjadi hal yang tersulit bagi industri rokok. Pasalnya sejak tiga tahun terakhir, produktivitas industri sektor ini menurun terus.
"Kinerja industri hasil tembakau ditiga tahun ini mulai turun, itu rata-rata turun di satu persen dari sisi produktivitas. Dari rata-rata itu ditargetkan produksi rokok itu 342 miliar, dan turun satu persen diangka itu dan terus turun setiap tahunnya," ujar Sekretaris Jenderal GAPPRI Hasan Aoni Aziz di Mezza Cafe, Jakarta, Selasa (24/10/2017).
Permohonan pemesanan pita cukai per September 2017 seharusnya sebanyak 342 miliar batang rokok, tetapi sampai saat ini baru mencapai 237 miliar batang rokok.
Pemenuhan target baru sampai di angka 69,29 persen dari yang seharusnya.
"Penerimaan cukai hasil tembakau dari laporan pemerintah, baru sebesar 52,7 persen dari target. Target APBNP sebesar Rp147,54 triliun, baru di angka Rp77,89 triliun," kata dia.
Kenaikan tarif cukai sebesar 10,04 persen memberatkan industri tembakau karena pada tahun 2017 saja industri ini belum pulih. Produksi rokok baru 69,29 persen dari yang seharusnya, ditambah lagi dengan kenaikan biaya cukai.
Ketua Umum GAPPRI Ismanu Sumiran memprediksi kenaikan biaya cukai tidak mungkin kurang dari satu digit.
"Kita tahu situasi negara seperti ini, jadi ini hanya berdampak pada industri yang ada biaya cukai," katanya. (Julistania)
"Kinerja industri hasil tembakau ditiga tahun ini mulai turun, itu rata-rata turun di satu persen dari sisi produktivitas. Dari rata-rata itu ditargetkan produksi rokok itu 342 miliar, dan turun satu persen diangka itu dan terus turun setiap tahunnya," ujar Sekretaris Jenderal GAPPRI Hasan Aoni Aziz di Mezza Cafe, Jakarta, Selasa (24/10/2017).
Permohonan pemesanan pita cukai per September 2017 seharusnya sebanyak 342 miliar batang rokok, tetapi sampai saat ini baru mencapai 237 miliar batang rokok.
Pemenuhan target baru sampai di angka 69,29 persen dari yang seharusnya.
"Penerimaan cukai hasil tembakau dari laporan pemerintah, baru sebesar 52,7 persen dari target. Target APBNP sebesar Rp147,54 triliun, baru di angka Rp77,89 triliun," kata dia.
Kenaikan tarif cukai sebesar 10,04 persen memberatkan industri tembakau karena pada tahun 2017 saja industri ini belum pulih. Produksi rokok baru 69,29 persen dari yang seharusnya, ditambah lagi dengan kenaikan biaya cukai.
Ketua Umum GAPPRI Ismanu Sumiran memprediksi kenaikan biaya cukai tidak mungkin kurang dari satu digit.
"Kita tahu situasi negara seperti ini, jadi ini hanya berdampak pada industri yang ada biaya cukai," katanya. (Julistania)
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Investigasi Ungkap 'State Capture Corruption' Industri Rokok, Eks Pejabat Jadi Komisaris
-
Pemerintah Tunda Kenaikan Cukai Rokok 2026: Kebijakan Hati-Hati atau Keberpihakan ke Industri?
-
Catatan Akhir Tahun: Industri Rokok Kian Terang-Terangan Melobi Pemerintah
-
Ferry Irwandi Sebut Kebijakan Tak Naikkan Cukai Hasil Tembakau Sudah Tepat
-
Ekonom Sebut Moratorium Cukai Rokok Lebih Untung Bagi Negara Dibanding Kenaikan
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
AFTECH Rilis Buku Panduan Kolaborasi Pindar-Bank Perluas Akses Kredit
-
WOOK Group Investasi Talenta Digital Lewat Beasiswa
-
Kapitalisasi Pasar Saham RI Kembali Naik Tembus Rp 14.889 triliun
-
BRI Barca Week 2026 Jadi Momentum Peluncuran BRI Debit FC Barcelona
-
DEWA Tuntaskan Buyback Saham Hampir Rp 1 Triliun, Rampung Lebih Awal
-
Pemerintah Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah, Bahlil Minta Bank Biayai Hilirisasi
-
Saham MGLV Naik 4.271 Persen, Kini Resmi Dikuasai Raksasa Data Center
-
Profil PT Hillcon Tbk (HILL), Harga Sahamnya Anjlok Parah Usai Gugatan PKPU
-
Harga Emas dan Perak Menguat, Sinyal Penguatan Jangka Panjang?
-
Saham BUMI Diborong Lagi, Target Harganya Bisa Tembus Level Rp500?