Suara.com - Ada beberapa hal yang wajib dipertimbangkan nih, sebelum memutuskan untuk membeli barang diskonan. Nggak mau berujung penyesalan, apalagi sampai menguras kantong kan? Simak 6 hal di bawah ini dulu yuk!
Yakin itu diskon? Siapa tau harganya udah dinaikin duluan?
Salah satu cara agar barang yang dijual "terlihat" diskonan adalah dengan mencantumkan harga tinggi yang dicoret, lalu di bawahnya dicantumkan harga diskonnya. Misalnya: "Harga normal Rp1 juta, harga diskon jadi Rp500 ribu".
Butuh kejelian dan kemauan kita untuk cari tahu berapa harga pasaran untuk produk yang sejenis di pasaran. Bisa browsing di internet, atau tanya teman-teman yang belum lama ini membeli produk serupa.
Toko atau e-commerce yang terkenal biasanya cenderung sangat menjaga kepercayaan konsumen, jadi nggak bakal menerapkan diskon abal-abal seperti ini.
Sepadan nggak sampai harus berjibaku sama pembeli lain yang seabrek?
Perjuangan memperoleh barang yang benar-benar diskonan nggak harus mengorbankan keselamatan jiwa dong. Kalau ternyata di tempat gelaran diskon peminatnya penuh sesak, apa harus memaksakan?
Ada lho, peristiwa diskon berebut membeli gadget murah yang diadakan hanya dalam waktu 3 jam bikin 2 orang pengunjungnya jatuh pingsan. Karena itu, pastikan acara diskon yang kita hadiri cukup aman. Barang bisa dibeli dengan uang, tapi kalau sudah menyangkut nyawa?
Barang pasaran
Di mana ada diskon, di situ ada banyak pembeli. Semakin banyak yang beli, artinya bakal banyak juga orang yang punya barang serupa. Apalagi kalau produk yang didiskon adalah produksi massal alias diproduksi dalam jumlah yang banyak.
Kalau kamu tipe orang yang nggak keberatan berpapasan dengan orang yang mengenakan fashion sama persis dengan yang kamu kenakan, silakan saja. Tapi kalau kamu nggak mau, ya lebih baik pilih produk yang nggak banyak jumlahnya atau bahkan limited edition.
Kualitas nggak terjamin
Barang-barang yang didiskon lebih dari separuh harga normal, bisa saja mengalami penurunan kualitas. Seperti ada bagian yang bolong, warna memudar karena terlalu lama disimpan di gudang, terlalu sering dipegang sehingga meninggalkan noda-noda yang nggak bisa hilang, dan lainnya.
Teliti sebelum membeli, apalagi kalau ternyata barang sudah masuk kategori rusak. Tapi kalau merasa cacatnya hanya sedikit dan masih bisa ditolerir, ya, silakan saja. Asal jangan sampai membeli barang yang ekonomis di kantong tapi kualitasnya jelek.
Emang beneran butuh atau hanya konsumtif?
Lihat dulu apakah barang yang didiskon itu benar-benar kita butuhkan. Apakah bisa dipakai atau bakal bermanfaat buat kita atau nggak nantinya?
Kalau nggak, ya ngapain beli. Itu berarti kamu sudah jadi pembeli yang kemakan diskonan. Lebih baik uangnya digunakan buat kebutuhan lain yang jelas-jelas lebih penting dan bermanfaat.
Barang mungkin nggak update alias model lama
Sebelum beli barang diskonan, kita harus tahu kalau banyak barang diskonan merupakan barang stok lama. Jarang lho, hasil produksi itu bisa habis terjual semuanya.
Event diskonan untuk barang-barang model lama dikemas dengan nama cuci gudang atau garage sale. Bahkan "midnight sale" sering menjual barang-barang stok lama.
Sebagai konsumen, bukan berarti harus pasrah dong. Sebelum membeli barang diskonan, ada baiknya lakukan riset kecil-kecilan. Cari informasi sebanyak-banyaknya, lalu baru ambil keputusan.
Sebisa mungkin pastikan uang yang kita keluarkan sepadan dengan nilai barang yang dibeli. So, waspada, bijak dan teliti itu wajib sebelum membeli barang, termasuk yang didiskon.
Baca juga artikel DuitPintar lainnya:
Trik Sukses Berburu Diskon Belanja Online Kartu Kredit
Beli Barang Murah Gak Selamanya Bikin Kantong Aman, Gak Percaya?
Beli Barang Juga Ada Aturannya Kalau Gak Mau Uang Habis Terus
| Published by Duitpintar.com |
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
Terkini
-
Emiten Milik Suami Puan Maharani Bakal Rights Issue Tahun 2026
-
Aturan Makan di LRT, KRL, dan MRT Selama Ramadan 2026
-
Harga Emas Batangan di Pegadaian Turun Lagi, Harganya Makin Murah
-
Jaga Stabilitas Rupiah, BI Diramal Tahan Suku Bunga
-
BEI Gembok Saham WIKA, Ini Alasannya
-
Sawah Rusak 94 Ribu Hektare di Sumatra, Mentan Minta Tambahan Dana Rp2,1 Triliun untuk Perbaikan
-
Daftar Pemutihan Pajak Kendaraan Semua Daerah Februari 2026
-
Intip Kondisi Keuangan MPPA, Saham Layak Dibeli saat Ramadan?
-
Koperasi Merah Putih Akan Lemahkan Ketahanan Ekonomi Desa
-
Koperasi Merah Putih Telan Anggaran Jumbo, Desa Tak Bisa Biayai Layanan Dasar