Suara.com - Pembangunan jalan tol Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu dengan Lumpangi, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan, yang panjangnya mencapai 200 kilometer sampai saat masih berlanjut.
Bupati Tanah Bumbu Mardani H. Maming melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar, di Batulicin, Jumat (1/12/2017) mengatakan, pembangunan jalan tol yang panjangnya mencapai 200 km tersebut mulai dikerjakan pada periode 2016 hingga saat ini yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan (BBPJN) Nasional Banjarmasin.
"Dana yang digunakan untuk pembangunan jalan tol tersebut dianggarkan dari APBN dengan usulan mencapai Rp100 miliar, namun dana yang baru di cairkan baru mencapai Rp40 miliar,"katanya.
Ia mengatakan, untuk dana Rp40 miliar tersebut masih difokuskan untuk perbaikan lokasi rawan longsor.
Pasalnya dari jalan tol yang dibangun terdapat lima titik yang kondisi tanahnya masih labil dan mudah longsor.
Selain itu dana Rp40 miliar juga difokuskan untuk pengerjaan beberapa jembatan di perbatasan antara Kabupaten Tanah Bumbu dengan HSS yang awalnya terbuat dari kayu sekarang diganti dengan kontruksi baja dan beton.
Di jelaskan, apabila jalan tersebut jadi maka jarak Batulicin - HSS yang sebelumnya ditempuh selama sembilan jam menjadi tiga jam.
Menurutnya, pembangunan jalan tol tersebut merupakan salah satu infrastruktur yang mendukung pengembangan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Batulicin sebagai salah satu dari empat Program Strategis Nasional (PSN) Kalimantan Selatan, akan membuat daerah tersebut berkembang lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Untuk mendukung percepatan pengembangan kawasan industri tersebut maka pemerintah pusat sedang mengusahakan percepatan pembangunan jalan tol sepanjang sekitar 200 kilometer, dari Batulicin menuju HSS. Dan jalan tersebut untuk menghubungkan kawasan industri dengan pusat perdagangan dan pusat ekonomi daerah lainnya," demikian Roy Rizali Anwar. (Antara)
Baca Juga: Proyek Jalan Tol Batulicin - Banjarbaru akan Dukung KEK Batulicin
Tag
Berita Terkait
-
Presiden Prabowo Subianto Resmikan 166 Sekolah Rakyat
-
Fakta di Balik Siswa Sekolah Rakyat: 67 Persen dari Keluarga Berpenghasilan di Bawah Rp1 Juta
-
Momen Gibran Kasih Perintah Gubernur Kalsel di Depan Warga: Tolong Aspirasi Mahasiswa Diselesaikan
-
Tinjau Korban Banjir Kalsel, Mensos Pastikan Skema Bantuan Sama Seperti di Sumatra
-
Tinjau Korban Banjir di Banjar Kalsel, Mensos Janjikan Huntara hingga Jaminan Hidup
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Riset Ungkap Fakta di Balik Kritik Medsos Soal MBG
-
Tenor Rumah Subsidi Diperpanjang Jadi 30 Tahun, Pemerintah Klaim Cicilan Lebih Ringan
-
CEO World Economic Forum Mundur Usai Hubungannya dengan Jeffrey Epstein Terkuak
-
Negosiasi AS-Iran Berlanjut, Harga Minyak Dunia Melemah
-
Waspada Utang Pemerintah, Analis: Investor Bisa Cabut, Rupiah Makin Melemah
-
Keuangan Indonesia Terancam, S&P Peringatkan Kondisi Ekonomi Pemerintah RI
-
Belum Kering Lisan Sri Mulyani, Kini S&P Sudah Pasang Alarm Bahaya buat Fiskal RI
-
Beban Bunga Utang Naik, S&P Ingatkan Indonesia Bisa Turun Peringkat
-
Harga Emas Antam Makin Mahal Dipatok Rp 3,04 Juta/Gram, Berikut Daftarnya
-
Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD