Suara.com - Menteri Perhubungan terus mendorong kerjasama infrastruktur transportasi atau bentuk kerjasama lainnya dengan badan usaha swasta, sebagai solusi atau alternatif dalam menyikapi keterbatasan alokasi dana APBN dalam pembiayaan infrastruktur transportasi di wilayah pinggiran Indonesia sebagai wujud untuk merealisasikan program Nawacita. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (6/12/2017).
Dalam RPJMN 2015-2018, perkiraan kebutuhan pembiayaan infrastruktur transportasi adalah Rp1.283 triliun. Sementara itu kememapuan pembiayaan pemerintah sebesar Rp360,16 triliun, sehingga masih terdapat kesenjangan pendanaan sebesar Rp922,84 triliun atau 28 persen dari total kebutuhan.
"Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan pembangunan infrastruktur transportasi diperlukan sumber pendanaan non APBN. Bagi proyek yang layak secara finansial dan ekonomi maka skema pembiayaan dapat menggunakan skema kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU)," papar Menhub dalam keterangan resmi, Kamis (7/12/2017).
Melalui kerjasama ini, Menhub mengatakan dapat menghemat APBN sebesar Rp.8,007 triliun yang terdiri dari efisiensi belanja operasional sebesar Rp.4,695 triliun dan investasi sebesar Rp. 3.,313 triliun.
"Kami laporkan bahwa total efisiensi kerjasama bandar udara sebesar Rp.6,852 triliun dengan efisien pertahun Rp.412,69 miliar, efisiensi kerjasama terminal sebesar Rp.167,48 miliar dengan efisiensi pertahun Rp.5,58 miliar, dan kerjasama pelabuhan sebesar Rp. 986,67 miliar dengan efisiensi pertahun Rp. 33,18 miliar.
Selain efisiensi terhadap anggaran, dengan kerjasama ini Kemenhub juga dapat lebih fokus dalam melaksanakan tugas sebagai regulator dan agen pembangunan karena peran sebagai operator secara bertahap dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
Lebih lanjut Menhub menyebutkan beberapa keuntungan melalui kerjasama pemanfaatan ataupun kerjasama operasional.
"Ini sebagai salah satu upaya Kemenhub dalam mengoptimalkan daya guna barang milik negara, efisiensi APBN dan peningkatan PNBP (penerimaan negara bukan pajak) yang didapat dari hasil kontribusi tetap dan pembagian keuntungan antara Kemenhub dan mitra," terang Menhub Budi.
Adapun bandar udara, pelabuhan dan terminal yang siap dikerjasamakan diantaranya sektor perhubungan darat yaitu Terminal Tirtonadi Solo. Kemudian 10 bandar udara diantaranya di Tapanuli Tengah, Labuan Bajo, Tanjung Pandan, Lampung, Tarakan, Jayapura, Fatmawati, Palu, Luwuk dan Sabang. Sedangkan 20 pelabuhan laut yakni di Probolinggo, Sintete, Bitung, Bima, Waingapu, Manokwari, Ternate, Kalabahi, Lembar, Kupang, Badas, Tanjung Wangi, Ende, Biak, Fak Fak, Kendari, Merauke, Sorong dan Arar, Pare Pare serta Pantoloan.
Baca Juga: Kemenhub Didorong Punya Aturan Anti Diskrimasi untuk Disabilitas
Sementara itu Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis mengatakan rapat kerja ini untuk mendapatkan klarifikasi terkait pengelolaan aset khususnya infrastruktur, jalan, bandara dan terminal.
"Tadi kita sudah mendapat masukan dan penjelasan dari Kemenhub. Untuk itu kita perlu mengadakan rapat kerja gabungan dengan Menteri Perhubungan, Menteri BUMN dan Menteri Keuangan agar dapat mendetailkan bgmn program kerjasama dan pemanfaatan aset dengan BUMN, BUMD dan swasta," ujar Djemy
Secara tegas, Menhub mengatakan kerjasama pengelolaan tersebut menggunakan skema pemanfaatan barang milik negara dan kerjasama operasional dalam jangka waktu tertentu.
"Sehingga tidak ada penjualan aset atau pengalihan aset negara dalam kerjasama tersebut. Semua aset tetap dikuasai negara," tegas Budi Karya.
Turut hadir mendampingi Menhub dalam Rapat Kerja yaitu Sekretaris Jenderal Kemenhub Sugihardjo, Inspektur Jenderal Wahju Satrio Utomo, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus Purnomo, Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri, Kepala Badan Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono, Sesditjen Perhubungan Darat Hindro Surahmat, Sesditjen Perhubungan Udara Pramintohadi.
Tag
Berita Terkait
-
Pecahkan Mitos 80 Tahun, Bobby Nasution Bangun Sipiongot yang Dulu Jadi Bahan Anekdot Miring
-
Kunjungan Gibran ke Asmat, Pantau Museum hingga Pembangunan Gereja
-
Didukung Kemenhub, Agung Sedayu Siapkan Terminal Terpadu di PIK 2, Hubungkan MRT hingga Bandara
-
Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa
-
Nyanyian Staf Ahli Soal Uang Ratusan Juta, Budi Karya Sumadi Bakal Segera Dipanggil KPK?
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region
-
Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?
-
BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya
-
Jadi Pertimbangan Serok, Harga Emas Batangan Diproyeksi Anjlok Pekan Depan
-
Pertamina Rombak Besar-besaran, 31 Anak Perusahaan Resmi Direstrukturisasi
-
Warga Malaysia Sering Kepo Kecanggihan Whoosh
-
Enaknya Jadi Komisaris Bank, Bisa Kredit Fiktif dan Manipulasi Pembukuan
-
BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian dan Komitmen Melayani Negeri
-
IHSG Melambat, Volume Transaksi Terpangkas Lebih dari 3 Persen
-
Purbaya Rombak Beasiswa LPDP, 80 Persen Kini untuk Bidang STEM