- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan penghentian impor solar 2026 tergantung kesiapan operasional RDMP Kilang Balikpapan.
- Jika Kilang Balikpapan surplus, impor solar akan dihentikan total pada 2026 bagi semua operator SPBU.
- Impor solar tetap berlanjut di awal 2026 dengan volume kecil jika kebutuhan domestik belum terpenuhi sepenuhnya.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, kembali buka suara soal penghentian impor solar pada 2026.
Menurutnya, penghentian impor tergantung dengan kesiapan operasional Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur yang masuk dalam proyek refinery development master plan (RDMP).
"Solar nanti 2026 itu, kalau RDMP kita sudah jadi, itu surplus kalau lebih sekitar 3-4 juta. Nah, agenda kami 2026 itu enggak ada impor solar lagi," ujar Bahlil di Jakarta yang dikutip Senin (29/12/2025).
Selain itu penghentian impor juga tergantung dari kebutuhan PT Pertamina (Persero). Jika kebutuhan solar belum terpenuhi, maka impor akan tetap dilakukan pada awal 2026, namun dengan volume yang lebih sedikit .
"Kalau Pak Simon (Direktur Utama Pertamina) katakanlah bulan tiga, Maret baru bisa, berarti Januari dan Februari yang mungkin sedikit. Mungkin sedikit... yang bisa kita lagi eksersai. Tapi itu pun lagi saya eksersai ya," kata Bahlil.
Sebaliknya, jika kebutuhan solar telah terpenuhi, maka pada awal tahun 2026 impor akan dihentikan.
"Katakanlah Januari, Februari pun enggak perlu impor, ya, enggak usah. Ngapain impor? Tapi kalau kebutuhan memang harus katakanlah kalau kita belum siap, ya, daripada enggak ada, kan gitu," jelas Bahlil.
Di samping itu, Bahlil juga menegaskan penghentian solar juga berlaku bagi operator SPBU swasta.
"Termasuk swasta," tegasnya.
Baca Juga: Kementerian ESDM Tambah Stok LPG di Sumut: Persentase Ketersedian Tembus 108 Persen
Sebagaimana diketahui, rencana penghentian impor solar disampaikan Bahlil seiring dengan beroperasinya proyek refinery development master plan (RDMP) di Kilang Balikpapan. Diproyeksikan lewat proyek tersebut, kebutuhan solar dalam negeri bisa terpenuhi.
Selain itu, rencana pemerintah yang akan memberlakukan mandatori B50 pada semester dua 2026. Dengan RDMP Kilang Balikpapan dan penerapan B50, Bahlil optimis Indonesia akan mengalami surplus solar sehingga tidak lagi bergantung pada impor.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Purbaya Mengaku Belum Diajak Bicara Istana soal Bayar Utang Kereta Cepat Pakai APBN
-
Apindo Berharap Perjanjian Dagang RI-AS Pangkas Tarif Industri Padat Karya
-
PNM Raih Apresiasi Internasional, Komitmen Perluas Pemberdayaan Perempuan Lewat Orange Bonds
-
Pajak Kendaraan Jateng Naik Drastis, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Arus Kendaraan Mudik Diproyeksi Naik 7%, Bisa Picu Potensi Macet di Pelabuhan
-
Perang Lawan Baja Impor, Pelaku Industri Desak Pengawasan Ketat dan Wajib SNI
-
BPJS Gratis untuk Driver Ojol, Program Apresiasi Gojek Bikin Kerja Lebih Tenang
-
Menkeu Purbaya Kena Semprot Dua Menteri Prabowo Kurang dari 24 Jam
-
Peringatan Bahlil Soal Pasokan Energi RI Jika Ada Perang
-
Purbaya Akui Tiffany & Co Disegel Bea Cukai Gegara Impor Ilegal