Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyarankan Pemerintah Provinsi Jakarta memaksimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Jakarta dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Jakarta, untuk melayani masyarakat.
Hal ini dikatakan Mulyani usai menghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan RPJMD Jakarta tahun 2017- 2022 di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (27/12/2017).
"Jadi kami memberikan paparan, bagaimana sebaiknya peranan anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk dioptimalkan dan dimaksimalkan untuk sebagus-bagusnya melayani masyarakat dan menimbulkan kinerja yang baik," ujar Mulyani.
Mulyani pun mencontohkan penggunaan belanja pegawai, modal dalam APBD Jakarta, harus digunakan sebaik-baiknya untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial.
"Tadi saya sampaikan beberapa contoh. Umpamanya, tadi belanja pegawai belanja, modal, kemudian juga dari belanjanya untuk bagaimana menggunakan setiap rupiah itu diukur, untuk memperbaiki layanan kepada masyarakat mengurangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan," tutur dia.
Mulyani mengatakan, RPJMD harus menjadi perhatian Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno. Hal tersebut lantaran Pemprov DKI memiliki 267 program yang di realisasikan dalam 6 ribu kegiatan yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.
"Ada beberapa hal yang nampaknya sangat jelas, jumlah program cukup banyak 267 yang dipergunakan, lebih dari 6 ribu kegiatan yang tentu semuanya menjadi sangat tersebar menjadi sulit dari sisi trackingnya melihatnya dan juga sisi kinerja yang akan diperoleh dari berbagai macam kegiatan yang banyak," ucap Mulyani.
Ia juga meminta Pemprov Jakarta dalam Musrembang juga mengoptimalkan belanja pendidikan yang cukup besar. Menurutnya, bukan persoalan besarnya anggaran, tapi bagaimana menggunakan anggaran tersebut dengan sebaik-baiknya dan mampu menjelaskan kepada masyarakat.
Sri Mulyani menambahkan perlunya prinsip value for money yang harusnya dianut oleh pengelolaan APBD DKI, sebagaimana mengelola Anggaran Pendapatan Belanja Negara.
Baca Juga: Ini Alasan Mendagri Belum Setujui APBD DKI 2018 Soal Dana Parpol
"Apakah dengan jumlah APBDnya yang cukup besar maka mereka perlu untuk mendesain anggaran pendidikan, bukan pada masalah besarannya namun bagaimana menggunakan komposisi di dalamnya dan ini perlu dijelaskan kepada masyarakat. Supaya masyarakat juga ikut mengontrol dan memperbaiki kualitas belanja," ucap Mulyani.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
Terkini
-
BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya
-
Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas
-
Update Pangan Nasional 11 Januari 2026: Harga Cabai Kompak Turun, Jagung Naik
-
8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026
-
Saham BUMI Dijual Asing Triliunan, Target Harga Masih Tetap Tinggi!
-
ANTM Gelontorkan Rp245,76 Miliar untuk Perkuat Cadangan Emas, Nikel dan Bauksit
-
AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya
-
Harga Emas Akhir Pekan Stabil, Pegadaian Sediakan Berbagai Variasi Ukuran
-
Cek Aktivasi Rekening PIP 2026 Agar Dana Bantuan Tidak Hangus
-
Lowongan Kerja Lion Air Group Terbaru 2026 untuk Semua Jurusan