Suara.com - Bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, pada hari ini, Kamis (1/2/2018) Zurich, perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia, meluncurkan Zurich Prima, produk asuransi berjangka dengan premi terjangkau yang menyasar para pelaku usaha mikro, kecil menengah (UMKM). Zurich Prima juga ditargetkan untuk dimanfaatkan oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebagai perlindungan untuk keluarga yang harus ditinggalkan ketika bekerja di luar negeri.
Dengan premi mulai dari Rp 50.000 per bulan, Zurich Prima memberikan perlindungan jiwa selama 10 tahun dengan masa pembayaran premi 5 tahun serta jaminan pengembalian premi hingga akhir masa asuransi sebesar 105% dari total premi yang dibayarkan.
Rosmaylinda Nasution, Director Chief of Distribution & Communication Zurich Topas Life menjelaskan sebagai tulang punggung perekonomian, andil UMKM terhadap masyarakat luas tidak perlu diragukan lagi. Lebih dari 90% usaha di Indonesia merupakan UMKM. Sektor ini menyerap 97% dari total tenaga kerja nasional serta berkontribusi sebesar 57% terhadap produk domestik bruto (PDB).
"Untuk itu, penting bagi pelaku industri untuk serius dalam mendukung UMKM melalui cara dan keahlian masing-masing, sehingga tercipta ekosistem yang kondusif bagi perkembangan UMKM Indonesia,” kata Rosmaylinda di Jakarta.
Rosmaylinda melanjutkan pihaknya melihat bahwa selain persoalan klasik seperti akses permodalan atau kemampuan manajemen bisnis, edukasi dan akses terhadap asuransi harus menjadi prioritas bagi pelaku UMKM, terutama pengusaha mikro. Sebagai garda depan ekonomi Indonesia, mereka terpapar risiko yang bisa berdampak tidak hanya pada diri sendiri dan usaha yang dibangun, namun juga keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Apalagi untuk bisnis mikro yang sangat bergantung pada individu pemiliknya.
"Lewat Zurich Prima, kami ingin mengedukasi sekaligus membuka akses pengusaha UMKM terhadap asuransi yang mudah, komprehensif dan terjangkau. Ini juga bagian dari komitmen jangka panjang Zurich dalam mendukung program peningkatan literasi dan inklusi keuangan pemerintah,” ujarnya.
TKI turut menjadi sasaran dari Zurich Prima, melihat kecocokan produk dengan karakter dan kebutuhan dari TKI yang harus menghadapi berbagai risiko ketika bekerja di luar negeri. Dengan manfaat perlindungan Zurich Prima, diharapkan mereka akan lebih merasa aman dan tenang ketika harus berada jauh dari keluarga ketika bekerja.
“Zurich Prima bisa menjadi perlindungan tambahan bagi TKI. Apalagi produk ini juga memberikan manfaat pengembalian premi sebesar 105% di akhir perlindungan. Apabila tidak terjadi klaim, Zurich Prima dapat menjadi simpanan yang tentu dapat menjadi nilai tambah bagi TKI beserta keluarga,” jelas Rosmaylinda.
Potret penetrasi asuransi jiwa di Indonesia sepanjang triwulan ketiga tahun 2017 masih terbilang rendah. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, meski pendapatan premi asuransi meningkat, angka penetrasi masih berada di 2,99% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Riset OJK pada 2016 juga menunjukkan penggunaan asuransi di Indonesia baru mencapai 11,81 persen, yang artinya dari 100 penduduk di Indonesia baru 11 orang yang memiliki polis asuransi. Hal ini membuat pemerintah menghimbau para pelaku industri asuransi jiwa untuk terus aktif mendorong penggunaan asuransi di masyarakat.
Baca Juga: BTN Luncurkan Layanan Aplikasi e-Panjar
Zurich Prima akan dipasarkan melalui jalur bancassurance Bank BTN didukung oleh jaringan kantor pos selaku titik pemasarannya. “Seringkali asuransi masih dianggap barang eksklusif, padahal perlindungan adalah kebutuhan pokok setiap orang, apapun pekerjaannya dan berapapun penghasilannya. Untuk itu Zurich selalu berkomitmen untuk menyediakan berbagai proteksi yang cocok dengan karakter dan kebutuhan berbagai kalangan masyarakat. Berkolaborasi dengan Bank BTN, kami ingin fokus untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas,” tambah Rosmaylinda.
Sementara itu, Direktur Consumer Banking Bank BTN, Budi Satria menilai agar manfaat dari Zurich Prima mudah diakses oleh masyarakat, Bank BTN mendukung dengan mengoptimalkan jaringan yang dimiliki Bank BTN. "Dengan demikian, kerjasama ini diharapkan bisa mendorong kesadaran masyarakat agar mulai mengalokasikan pendapatannya untuk perlindungan bagi masa depan mereka dan keluarga yang mereka cintai,” kata Budi. Selain itu, kerjasama dengan Zurich diharapkan bisa meningkatkan fee based income, atau pendapatan non bunga BTN tahun 2018 yang hingga 25% dibandingkan pencapaian tahun lalu yang sebesar Rp52 miliar.
Berita Terkait
-
Terbuka dan Akuntabel, Seleksi SDM Koperasi Desa dan Nelayan Merah Putih Dipastikan Sesuai Peraturan
-
Jajaran Direksi Himbara Merapat ke Istana, Prabowo Gelar Rapat Tertutup Bahas Ekonomi
-
Mau Travelling ke Luar Negeri? Ini Cara Kerja Asuransi Perjalanan yang Perlu Kamu Tahu
-
Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan
-
OJK Tepis Hoaks Tabungan Masyarakat Digunakan untuk Biayai Program Pemerintah
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Saham MARK Dilirik Investor, Kapasitas Produksi Terisi Penuh dan Dividen Melimpah
-
Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan
-
GAPKI: Jika Danantara Pegang Ekspor Sawit, Kewajiban Minyakita Bisa Dialihkan
-
Inflasi Pangan Mengintai? Harga Beras dan Cabai Rawit Kembali Merangkak Naik
-
Darmawan Prasodjo Kembali Pimpin PLN, Didampingi Wadirut Baru
-
Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas
-
Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850
-
Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI
-
88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit
-
Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas