Suara.com - Standard Chartered Bank (“Bank”) pada Selasa (6/2/2018) menyelenggarakan seminar keuangan Wealth on Wealth (WoW) yang dihadiri ratusan nasabah prioritas Bank bertempat di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.
Dr. Luky Alfirman, S.T., M.A., Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan Republik Indonesia; Michael Tjoajadi, Chief Executive Officer, PT Schroder Investment Management Indonesia; Vivian Secakusuma, Chief Executive Officer, PT BNP Paribas; Alan Darmawan, Chief Executive Officer, PT Eastspring Investments; Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif, Charta Politika Indonesia; Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO); Kusumo Martanto, Chief Executive Officer, Blibli; Ferry Unardi, Chief Executive Offier, Traveloka; William Tanuwijaya,Chief Executive Officer, Tokopedia; Adrian Anwar, Business Director, BBM Indonesia (EMTEK Group); Bambang Simarno, Executive Director & Head, Wealth Management, Standard Chartered Bank Indonesia; Aldian Taloputra, Chief Economist, Standard Chartered Bank Indonesia menjadi narasumber dalam inisiatif tahunan Bank ini.
Dikemas dengan topik utama “Indonesia 2018: Building Upon a Strong Base”, seminar yang diikuti oleh 2.500 nasabah di lima kota yaitu Bandung, Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar mendiskusikan berbagai peluang dan tantangan berinvestasi di tengah momentum pertumbuhan ekonomi nasional, regional, global di sepanjang tahun ini.
Dibuka oleh Rino Donosepoetro, Chief Executive Officer, Standard Chartered Bank Indonesia yang mengatakan penyelenggaraan seminar WoW kali ini menandai tahun ke-14 komitmen Standard Chartered Bank yang secara konsisten berbagi pandangan bagi nasabah untuk memandu mereka dalam berinvestasi. "Seiring dengan dinamika pasar finansial global yang juga membawa pengaruh terhadap situasi ekonomi nasional," katanya.
Tahun ini merupakan tahun yang menarik, dimana keputusan finansial dan berinvestasi akan seringkali dipengaruhi nuansa politik – mengingat adanya Pilkada dan musim Pemilu yang segera berlangsung. Namun dengan fundamental yang kuat, kami yakin PDB nasional di tahun ini akan terus bertumbuh dengan didorong oleh konsumsi swasta dan investasi. Dengan melihat peluang dan landasan yang kuat tersebut, kami terus mencari solusi untuk dapat memenuhi kebutuhan berinvestasi bagi nasabah melalui produk-produk inovatif Bank,” ujarnya.
Dengan adanya beberapa peluang yang didasari landasan kuat reformasi ekonomi, Bambang Simarno, Executive Director & Head, Wealth Management, Standard Chartered Bank Indonesia, menambahkan Seminar WoW merupakan salah satu cerminan komitmen pihaknya dimana nasabah menjadi prioritas utama Bank. "Melalui platform WoW, kami berkomitmen untuk memandu nasabah atas pilihan-pilihan investasi mereka dengan didasari pemahaman atas pasar ekonomi global, regional dan nasional serta dinamika perubahan prioritas keuangan setiap tahun sesuai kebutuhan nasabah di tiap tahapan kehidupan,” tuturnya.
Dalam Seminar WoW, Standard Chartered juga memperkenalkan rangkaian produk wealth management baru, yaitu Bahana Dana Ekuitas Prima (DEP), sebuah reksa dana saham dengan strategi indeks yang menawarkan nilai kompetitif dan diversifikasi optimal. DEP memberikan kesempatan kepada nasabah dengan profil risiko investasi agresif untuk berinvestasi pada 30 saham anggota IDX30, yaitu 30 saham selektif yang dipilih dari LQ45 dengan kriteria likuiditas tinggi dan kinerja terbaik.
"Kenapa reksa dana strategi indeks? Faktanya dalam 5 tahun terakhir (per Desember 2017), reksa dana saham pada umumnya, sulit untuk mengalahkan indeks acuannya sendiri. Dari berbagai indeks yang sering dijadikan acuan, IDX30 memberikan imbal hasil yang lebih optimum dibandingkan indeks lainnya," urainya.
Selain itu dalam memenuhi kebutuhan nasabah atas perlindungan jiwa sekaligus investasi, Standard Chartered Bank bekerja sama dengan Prudential Indonesia menghadirkan dua dana investasi terbaru dalam mata uang US Dollar bernama PRUlink US Dollar Global Low Volatility Equity Fund (DGLV) dan PRUlink US Dollar Global Emerging Markets Equity Fund (DGEM) yang melekat pada produk unit link VERSAlink investor account (premi tunggal) dan VERSAlink maxima account (premi regular).
Baca Juga: Inilah Produk Baru Wealth Management Standard Chartered Bank
Kedua dana investasi tersebut sesuai bagi nasabah berprofil risiko agresif dengan pandangan investasi jangka panjang. PRUlink US Dollar Global Low Volatility Equity Fund dipersembahkan kepada nasabah yang memanfaatkan strategi investasi dengan risiko gejolak rendah untuk meraih potensi hasil yang optimal dan membuka peluang bagi nasabah untuk mendiversifikasi aset dengan berinvestasi di 390 saham perusahaan global, sementara itu PRUlink US Dollar Global Emerging Markets Equity Fund memiliki fokus investasi pada saham-saham dengan fundamental terbaik di 25 negara - negara berkembang.
Peluncuran dana investasi ini adalah momen yang spesial untuk memberikan kesempatan kepada nasabah Standard Chartered Bank turut serta dalam mengambil manfaat dari perbaikan ekonomi dunia.
“Kami mentargetkan pertumbuhan bisnis Wealth Management dapat meningkat sebesar 20% di tahun ini. Selain meluncurkan sejumlah produk investasi baru, penerapan digitalisasi untuk akses ke produk-produk wealth management menjadi strategi kami di tahun 2018 ini”, pungkas Bambang.
Dalam penyelenggaraan WoW tahun ini, Standard Chartered didukung oleh beberapa mitra yaitu: PT Prudential Life Assurance, PT Ashmore Asset Management Indonesia, PT Bahana TCW Investment Management, PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, PT BNP Paribas Investment Partners, PT Eastspring Investments Indonesia, PT First State Investments Indonesia, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT Manulife Aset Manajement Indonesia, PT Schroder Investment Management Indonesia, Bayu Buana dan Etihad Airways.
Berita Terkait
-
Investasi Praktis, Buka Reksadana Syariah Sekarang Melalui BRImo
-
Bank Himbara hingga Bank Asing Kebanjiran Dana BI, Total Likuiditas Tembus Rp424,7 Triliun
-
SetiabudiInvest Gandeng Bahana Sekuritas, Investor Kini Punya Akses Reksa Dana Lebih Luas
-
5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko
-
Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Anggaran Pakan Hewan di Kebun Binatang Surabaya Dikorupsi Rp10,2 M di, DPR Minta Semua Diperiksa!
-
Review A Toxic Love Story: Manipulasi Lebih Mematikan dari Kekerasan Fisik?
-
Gantikan Hotman, Mantan Jubir KPK Kini Pasang Badan Jadi Advokat Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
-
KPK Bongkar Alasan Tahan Febrie, Ada 'Surat Sakti' yang Dikirim Sejak Jumat Pagi
-
Berapa Lama Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Bakal Mendekam di Rutan KPK?
-
Apa Kata KPK soal Klaim Kriminalisasi Febrie Adriansyah? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Tayang 2027, Drama Misteri-Kriminal 'Code' Rilis Jajaran Pemeran Utama
-
Karena Buru-buru Sudah Malam, Alasan Kejagung Tak Pakaikan Rompi Pink ke Febrie Adriansyah
-
Dua Kata Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masuk ke Rutan KPK Tanpa Pakai Rompi Pink
-
Budget 4 Jutaan? 5 HP Gaming Ini Bisa Push Rank Tanpa Lag