Suara.com - Zaman sekarang, alasan "tidak punya waktu" atau "tidak punya modal besar" untuk berinvestasi sudah tidak berlaku lagi.
Berkat kemajuan teknologi finansial (fintech), investasi reksadana kini bisa dilakukan semudah memesan ojek online. Cukup bermodalkan smartphone dan uang mulai dari Rp10.000, kamu sudah bisa menjadi investor.
Namun, dengan banyaknya pilihan aplikasi di Play Store atau App Store, mana yang paling aman dan cocok untuk kamu?
Berikut adalah 6 rekomendasi aplikasi beli reksadana terpercaya yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
1. Bibit
Bibit sangat populer di kalangan investor pemula, terutama kaum milenial dan Gen Z. Keunggulan utama aplikasi ini adalah fitur Robo-Advisor.
Fitur ini membantu kamu yang masih bingung memilih produk investasi. Robo-Advisor akan secara otomatis memilihkan reksadana yang sesuai dengan profil risiko (seberapa berani kamu menghadapi kerugian) dan tujuan keuangan kamu.
Tampilannya sangat minimalis dan mudah digunakan ("user-friendly"), sehingga kamu tidak akan pusing melihat grafik yang rumit.
2. Bareksa
Baca Juga: Cara Menyembunyikan Aplikasi di iPhone, Lindungi Data Pribadi
Bisa dibilang, Bareksa adalah "veteran" atau pelopor marketplace reksadana di Indonesia. Karena sudah berdiri cukup lama, Bareksa memiliki pilihan produk reksadana yang sangat lengkap dari berbagai Manajer Investasi ternama.
Fitur analisis di Bareksa juga cukup mendalam bagi kamu yang ingin belajar lebih jauh. Selain itu, Bareksa sering bekerja sama dengan e-commerce dan e-wallet (seperti OVO), yang memudahkan proses pembayaran.
3. Ajaib
Jika kamu berencana untuk tidak hanya berinvestasi di reksadana tetapi juga ingin mencoba saham di masa depan, Ajaib adalah pilihan yang tepat.
Aplikasi ini mengintegrasikan investasi reksadana dan saham dalam satu platform. Antarmukanya sangat modern dan intuitif.
Kelebihan lainnya adalah proses pendaftaran yang sangat cepat dan 100% online tanpa perlu mengirim dokumen fisik. Ajaib juga rajin memberikan edukasi investasi gratis melalui aplikasinya.
4. IPOT (Indo Premier)
Bagi kamu yang ingin fitur "super lengkap", IPOT adalah jawabannya. Aplikasi milik Indo Premier Sekuritas ini menyediakan supermarket reksadana yang sangat besar.
Salah satu fitur andalannya adalah fitur evaluasi kinerja reksadana yang sangat detail. Meskipun tampilannya mungkin terlihat sedikit lebih kompleks dibandingkan Bibit atau Ajaib, IPOT sangat cocok bagi investor yang ingin "naik kelas" dan membutuhkan data analitik yang komprehensif.
5. Tanamduit
Tanamduit menawarkan pengalaman investasi yang terasa lebih fun dan tidak kaku. Desain aplikasinya penuh warna dan menggunakan bahasa yang sangat mudah dimengerti.
Selain reksadana, Tanamduit juga menyediakan opsi pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dan asuransi dalam satu aplikasi. Fitur uniknya adalah "One View Portfolio", di mana kamu bisa memantau seluruh jenis investasimu dalam satu tampilan layar yang ringkas.
6. Makmur
Makmur adalah pemain yang relatif baru namun langsung mencuri perhatian karena sering memberikan promo dan bonus bagi pengguna baru.
Aplikasi ini memiliki fitur "Goal-Based Investing", di mana kamu bisa membuat kantong investasi sesuai impianmu, misalnya "Dana Menikah" atau "Dana Liburan". Tampilannya sangat bersih dan proses pencairan dananya (withdraw) dikenal cukup cepat.
Tips Memilih Aplikasi
Sebelum mengunduh, pastikan kamu mempertimbangkan hal berikut:
- Legalitas: Pastikan aplikasi tersebut memiliki izin APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana) dari OJK.
- Biaya: Cek apakah ada biaya transaksi (beli/jual) atau biaya admin bulanan. Sebagian besar aplikasi di atas menawarkan gratis biaya komisi.
- Metode Pembayaran: Pilih aplikasi yang mendukung e-wallet atau bank yang kamu gunakan agar bebas biaya transfer.
Investasi adalah perjalanan jangka panjang. Tidak ada kata terlambat untuk memulai, dan aplikasi-aplikasi di atas hadir untuk memudahkan langkah pertamamu menuju kebebasan finansial.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
Terkini
-
Saham Indomaret dan Alfamart Ambrol Usai Menteri Mau Stop Ekspansi Demi Kopdes
-
Purbaya Kejar Target Belanja Negara Rp 809 Triliun di Q1 2026 demi Ekonomi 6%
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
Telkom Galakkan Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang Lewat Program Ayo Beraksi
-
Kantongi Laba Rp1,3 T, Bos CBDK Sulap Kawasan Ini Jadi Simpul Ekonomi Baru
-
Biaya Kuliah Arya Iwantoro yang Dibiayai Negara, Kini Bakal Dikembalikan?
-
Saham BUMI Diborong Asing saat Harganya Melemah
-
Dasco Pasang Badan untuk Buruh Mie Sedaap, PHK Akhirnya Disetop
-
Remaja di Bawah 21 Tahun Dilarang Beli Rokok Elektronik!
-
KSPN Minta Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India Dibatalkan, Ini Alasannya