Suara.com - PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk atau BNI menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan salah satu usaha rintisan teknologi di bidang keuangan (fintech start-up) asli Indonesia, PT. Dompet Anak Bangsa (Go-Pay). Kerja sama strategis ini dalam rangka penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sudah lama menjadi program kredit andalan pemerintah kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tanah air.
Tak tanggung-tanggung, BNI direncanakan akan menggelontorkan kredit KUR sejumlah Rp1,5 triliun khusus untuk UMKM yang berada di bawah naungan Go-Food melalui Go-Pay. Hal ini disampaikan langsung oleh General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo dalam acara kerja sama BNI dan Go-Pay yang digelar di kawasan Pasaraya Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018) pagi tadi.
Tahun 2018 ini, BNI dipercaya oleh pemerintah untuk menyalurkan Rp13,5 triliun dana KUR dari total 120 Trilyun Rupiah Dana KUR dalam APBN 2018. “Tahun ini kita diberikan plafon dari pemerintah sebanyak Rp13,5 triliun. Jumlah sebanyak itu berasal dari dana KUR yang semuanya berjumlah Rp120 triliun dalam APBN 2018 ini,” kata Bambang.
Menurut Bambang, dari Rp13,5 triliun tersebut, Rp3 triliun dialokasikan kepada sektor Mikro. “Khusus untuk usaha mikro kita anggarkan Rp3 triliun,” tutur Bambang.
Bambang Setyatmojo mengungkapkan, dari plafon Rp3 triliun usaha mikro BNI tersebut, setengahnya akan disalurkan melalui Go-Pay. Dirinya sangat optimis hal ini akan terlaksana dengan baik mengingat jumlahnya yang dinilai tidak terlampau besar.
“Melalui kerja sama dengan Go-Pay ini kami akan mengalokasikan sebanyak 1,5. Saya pikir target dengan jumlah ini bukanlah hal yang luar biasa, saya kira jumlahnya kecil sekali mengingat ada 125.000 jumlah yang ada di Go-Food di mana 80 persennya itu adalah UMKM,” kata Bambang. (Priscilla Trisna)
Berita Terkait
-
BRI RO Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun per Mei 2026, 250 Ribu UMKM Terima Manfaat
-
Jajaran Direksi Himbara Merapat ke Istana, Prabowo Gelar Rapat Tertutup Bahas Ekonomi
-
BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM
-
Penyaluran KUR Tembus Rp2,3 Triliun, BRI Klaten Perkuat UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah
-
Tembus Rp4 Triliun! BRI Banjarmasin Jadi Motor Penggerak UMKM di Kalimantan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya