Suara.com - Keterlambatan penerbangan pesawat Lion Air semakin menjadi-jadi dan tidak kenal waktu. Keterlambatan terjadi tidak hanya siang hari, malam, bahkan pagi sekalipun sudah terjadi delay.
Pada Selasa pagi (20/3/2018), pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 030 rute Jakarta-Denpasar yang sedianya berangkat pukul 06:10 WIB mengalami keterlambatan hingga lebih dua jam.
Awalnya pada layar informasi, pesawat tujuan Denpasar tertulis bahwa keberangkatan sesuai jadwal.
Mendekat waktu boarding sekitar pukul 05:30 WIB , penumpang memasuki ruang tunggu keberangkatan B2, namun dialihkan petugas untuk menunggu di ruang B3.
Namun sesaat kemudian petugas jaga mengumumkan bahwa Lion Air tujuan Denpasar mengalami keterlambatan sekitar 60-120 menit lebih dari jawdal semula.
Petugas Lion Air di Gate B3, Chandra Danu mengatakan, informasi dari bagian operasional bahwa pesawat tidak bisa diberangkatkan karena alasan teknis.
"Saya tidak tahu kenapa tidak bisa dioperasikan. Tapi bagian operasional mengatakan pesawat sudah ada di landasan parkir namun tidak bisa diberangkatkan," kata Chandra Danu petugas Lion Air di Gate B3.
Ia menambahkan, penerbangan Lion Air Cengkareng-Denpasar menggunakan pesawat yang datang dari Solo.
"Diperkirakan Lion dari Solo mendarat pukul 07:20 WIB, ini yang akan digunakan. Namun diperkirakan berangkat menuju Denpasar sekitar pukul 08:00 WIB," ujarnya.
Mengetahui delay hingga lebih dari dua jam, sejumlah penumpang melontarakan protes.
Seorang manajer sebuah perusahaan,Singue KM (35) mengaku kecewa karena kegiatannya di Denpasar menjadi kacau.
"Saya membawa rombongan sekitar 20 orang, jadwal sudah disesuaikan dengan lama berada di Bali. Namun sekarang menjadi berantakan," ujarnya.
Lain lagi dengan seorang mahasiswa S3 yang tidak bersedia disebutkan namanya, mengatakan bahwa jadwal untuk mengikuti ujuan disertasi doktoralnya menjadi terganggu karena terlambat.
"Saya sidang doktor pagi sekitar pukul 08:00 WITA, kalau terlambat begini...entah apa jadinya nanti," ujarnya.
Ia pun mengaku, bahwa penerbangan Lion Air ini patut diwanti-wanti, karena tidak menyangka pesawat dengan jadwal paling pagi sekali pun tidak luput dari delay.
Berita Terkait
-
Kemnaker dan Pelita Air Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM Industri Penerbangan
-
Lowongan Kerja Lion Air Group Terbaru 2026 untuk Semua Jurusan
-
Daftar Maskapai Pindah ke Terminal 1B Bandara Soetta, Mulai Berlaku Pekan Ini
-
Viral Pria Bayar Bagasi Pesawat Lebih Mahal dari Harga Tiket, Ini Penyebabnya
-
Pertamina Mau Genjot Penggunaan SAF dari Minyak Jelantah
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?
-
Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah