Suara.com - PT Panorama Sentrawisata Tbk (Panorama, IDX: PANR), perusahaan pariwisata terintegrasi di Indonesia, mencatatkan kinerja positif pada tahun 2017. Perseroan mencatat penjualan sebesar Rp5,2 triliun, meningkat 9% dari tahun 2016 dan laba kotor sebesar Rp501 miliar, naik 14% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pariwisata Indonesia sendiri terus mengalami pertumbuhan yang signifikan dengan mencatatkan peningkatan kedatangan wisman sebesar 25,68% pada tahun 2017 (Kemenpar). Pada tahun 2017 Indonesia masuk ke dalam daftar top 20 Fastest Growing Travel Destination menurut United Nations World Tourism Organization (UNWTO).
Perseroan turut menikmati industri pariwisata Indonesia yang tengah berkembang. Pada tahun 2017, Perseroan berhasil mencatat Laba Tahun Berjalan sebesar Rp 36 milyar atau naik sangat signifikan dibandingkan tahun 2016 yang hanya sebesar Rp 3 milyar. Hal ini didukung oleh peningkatan kinerja entitas anak dan penurunan beban bunga perseroan.
“Tahun 2017 merupakan tahun yang penting bagi Perseroan karena berhasil melakukan beberapa inovasi dan pengembangan dalam kelima pillar bisnisnya,” Ungkap Budi Tirtawisata, Direktur Utama PT Panorama Sentrawisata Tbk. “Pada tahun yang sama Perseroan juga bersinergi dengan strategic partner untuk mendukung perkembangan Perseroan menjadi pemain regional dan global kedepannya.”
Selama tahun 2017 Pillar Inbound Perseroan berhasil membawa kedatangan lebih dari 165 ribu wisman dengan pasar utama dari Eropa disusul Asia Selatan dan ASEAN. Pada tahun 2017 pillar inbound juga berhasil mengembangkan pasar regional dan memperluas jaringan operasional di ASEAN, dengan mengakuisisi sebuah perusahaan di Singapura. ASEAN sendiri merupakan destinasi dengan tingkat kunjungan tertinggi kedua setelah Eropa dengan jumlah wisman 125 juta orang pada tahun 2017 lalu. Hal yang cukup menjadi tantangan di tanah air pada akhir 2017 adalah erupsi Gunung Agung yang ikut menekan performa Pilar Inbound.
Pasar untuk wisatawan nusantara juga mengalami pertumbuhan yang baik sepanjang tahun 2017. Hal ini didukung oleh bonus demografi, dimana adanya peningkatan usia produktif dan pertumbuhan kelas menengah, pergeseran pada pola konsumsi masyarakat yang kini menjadikan traveling menjadi sebuah gaya hidup. Di awal 2017 Perseroan bersinergi dengan JTB Corporation, sebuah perusahaan travel terkemuka di Jepang dan di Asia Pasifik, untuk melayani pasar Indonesia dengan lebih baik.
Sinergi antara dua permain pariwisata yang kuat melebur di pilar usaha Travel & Leisure, sebagai PT Panorama JTB Tours Indonesia, diyakini akan memberikan dampak pertumbuhan yang signifikan pada tahun-tahun mendatang.
Kontribusi positif juga datang dari Pilar Media, yang sepanjang tahun 2017 telah sukses melaksanakan 13 pameran di Indonesia, dua terbesar antara lain Maritime Expo dan Indonesia Comic Con. Perseroan optimis untuk terus aktif mengembangkan sektor MICE (Meeting, Incentive, Conference & Exhibition) melalui event yang bersifat B2B maupun B2C.
Selama tahun 2017 Perseroan terus melakukan berbagai inovasi dan digitalisasi di lini operasional. Pilar Transportasi Perseroan pada pertengahan 2017 telah berhasil meluncurkan layanan pemesanan bus secara online melalui website dan aplikasi. Layanan ini mempercepat proses pemesanan bus dengan fleksibilitas dan jaminan keamanan bertransaksi secara online. Layanan online-booking ini juga dilengkapi dengan fitur untuk melengkapi kebutuhan perjalanan, antara lain; snack, perlengkapan, sampai dengan tiket masuk objek wisata. Perseroan berkomitmen untuk terus mengembangkan produk dan layanan untuk memberikan pengalaman yang terbaik bagi seluruh pelanggan.
Perseroan juga terus mendukung promosi Kementrian Pariwisata dengan co-branding Wonderful Indonesia untuk bersama mencapai target wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta pada tahun 2019. Perseroan sangat optimistis terhadap peningkatan kinerja perseroan seiring dengan gerak industri pariwisata. Untuk tahun 2018, Perseroan menargetkan pertumbuhan sebesar 20%.
Berita Terkait
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
Perhatian Pemegang Saham GGRM, Dividen Rp800 per Saham Cair 23 Juli 2026
-
Proyeksi Laba Hingga Target Harga Turun, Saham Grup Salim Masih Layak Dibeli?
-
Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik
-
DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?
-
Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih
-
Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD
-
Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit
-
Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar
-
Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China
-
Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?
-
Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?
-
Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI
-
7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?