Suara.com - Wakil Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Sulawesi Utara Ivanry Matu mengatakan rencana pemblokiran media sosial Facebook (Fb) akan merugikan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
"Kami menolak Fb diblokir, karena sebagian besar UMKM memanfaatkan media sosial tersebut dalam promosi dan pemasarannya," kata Ivanry, di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (19/4/2018).
Dia mengatakan penutupan Fb itu dapat memunculkan masalah baru dan akan merugikan pelaku usaha yang sering menggunakan Facebook sebagai sarana penjualan.
"Facebook kini menjadi tempat menciptakan jutaan entrepreneur di Indonesia utamanya Sulut, saya kurang setuju jika diblokir," katanya lagi.
Facebook saat ini, katanya, telah menjadi media marketing bagi pelaku UMKM.
"Media sosial sudah menjadi salah satu pasar online yang gratis bagi pelaku usaha, banyak pelaku UMKM juga sudah menjadikan Facebook sebagai tulang punggung," katanya pula.
Menurutnya, Facebook merupakan media sosial yang mudah untuk digunakan dari segala kalangan umur, sehingga menjadi tempat yang strategis bagi pengusaha untuk memperkenalkan dan menjual produk hingga ke tangan konsumen.
"Facebook itu gratis, pengunaannya sangat gampang, jadi tepat menjadi perantara konsumen dengan produsen," ujarnya.
Ivanry mengatakan Facebook adalah media sosial yang tidak bisa dihindari pada era digitalisasi dan globalisasi, dan pasti ada kelebihan dan kekurangannya.
"Yang perlu kita cari tahu dan perbaiki atau antisipasi kekurangan dan dampak buruknya, sedangkan yang bagus kita tingkatkan karena harus diakui Facebook sangat membantu para UMKM naik kelas bahkan mendorong pergerakan dunia usaha ke arah yang lebih baik dan meningkat," katanya lagi.
Meskipun demikian pihaknya mengapresiasi tindakan yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melakukan sosialisasi hingga ke daerah cara penggunaan media sosial yang baik.
"Saat ini sudah bagus pemerintah sedang masif melakukan roadshow seperti yang baru dilakukan di Manado tentang bahaya hoaks, itu yang perlu terus ditingkatkan," kata dia pula. (Antara)
Berita Terkait
-
Strategi Jitu Pemerintah Jajaki Pasar China untuk Produk Unggulan Indonesia
-
BRI Dorong UMKM Desa Hendrosari Lewat Program Desa BRILiaN dan Wisata Lontar Sewu
-
Strategi Inni Dawet Tembus Pasar Lintas Generasi Bersama BRI
-
UMKM Bakpao RoyalKueID: Dari Garasi Rumah, Berkembang dengan Ekosistem Digital BRI
-
PNM Hadirkan Harapan Baru: Dari Satu Kegiatan, Tumbuh Mimpi Jadi Garda Pemberdayaan Ultra Mikro
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April
-
WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit
-
Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini
-
Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global
-
Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah
-
Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi
-
Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta
-
ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok
-
Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT
-
Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM