Suara.com - Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo merasa optimis bahwa pada suatu saat Indonesia akan menjadi negara yang besar dan disegani dunia. Hal itu disampaikannya karena berdasarkan perhitungan para pakar, Indonesia akan berada pada urutan keempat terbaik dunia dalam hal Produk Domestik Bruto atau Gross Domestic Product (GDP) tahun 2050.
"Prediksi tahun 2050, GDP Indonesia masuk 4 besar dunia," katanya dalam urun rembuk kebangsaan bertajuk 'Membangun Optimisme Masa Depan Indonesia dalam Perspektif Nasional dan Global' di Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (25/4/2018).
Sosok lelaki yang digadang-gadang akan maju pada pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2019 tersebut mengatakan bahwa hal tersebut disampaikan oleh pakar ekonomi karena Indonesia memiliki modal yang kuat. Karena itu, dia mengaskan bahwa hal tersebut bukanlah sebuah ramalan, melainkan perhitungan berdasarkan data-data yang ada.
"Kenapa orang meramalkan itu? Bukan meramalkan tapi menghitung berdasarkan statistik. Kenapa kita bisa, karena kita punya modal," katanya.
Gatot mengatakan modal yang sudah dibangun Indonesia saat iji adalah dengan menjaga dan terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang setiap tahun stabil pada angka 5 persen. Padahal menurutnya, negara lain mengalami kemerosotan akibat krisis yang ada.
Karena itu, dia meragukan pikiran pihak tertentu yang begitu pesimis dengan kemajuan Indonesia kedepannya.
"Kita saja, pertumbuhan ekonominya setiap tahun 5 persen. Ini diakui oleh negara lain dan ini nyata. Optimis kita bisa maju, masa kita pesimis?," kata Gatot.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra yang juga menjadi sosok yang digadang-gadang maju dalam bursa Pilpres 2019, Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia akan bubar tahun 2030. Namun, apa yang disampaikan Prabowo tersebut merujuk pada sebuah karya fiksi.
Tag
Berita Terkait
-
KSSK Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Capai 5,4 Persen
-
Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 5,2 Persen, Optimistis 6 Persen di 2026
-
Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI: 5,2% di 2025, 5,4% pada 2026
-
Purbaya Ungkap Alasan Sebenarnya Ekonomi Indonesia Tertahan di Awal Tahun
-
Purbaya Sebut Ekonomi RI Lambat 8 Bulan Pertama 2025 karena Salah Urus, Sindir Sri Mulyani?
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK
-
IHSG Tancap Gas Terus Menguat di Sesi I, Deretan Saham yang Cuan
-
Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul
-
Karbon Kehutanan RI Resmi Dijual, Begini Mekanismenya
-
Inflasi Medis RI Tembus 17,8 Persen
-
Indonesia Beli Migas dari Rusia, Lalu Bagaimana dengan Amerika? Ini Jawaban Bahlil
-
Cabai Melonjak Tajam, Telur Ikut Naik, Harga Minyak Goreng Justru Turun
-
Dongkrak Produktivitas Petani Pantura, Petrokimia Gresik Pacu Pendapatan Hingga 15%
-
Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS
-
Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua