Suara.com - Pemerintah akan menginvestasikan dana haji yang dikelola Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) ke Arab Saudi. Presiden Joko Widodo meminta investasi yang akan dilakukan nantinya menerapkan prinsip syariah.
Hal ini disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin setelah mengikuti rapat terbatas dengan topik pengelolaan dana haji.
"Bapak presiden intinya menekankan bahwa investasi itu selain harus betul-betul dilakukan dengan prinsip syariah, dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, juga harus memilih yang betul-betul paling kecil resikonya, dan kemudian bisa mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya," ujar Lukman di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/4/2018).
Kepala BPKH Anggito Abimanyu menjelaskan, program investasi yang akan dilakukan lembaganya ada dua jenis. Pertama investasi di Arab Saudi dan yang kedua investasi di Indonesia.
"Karena kita itu ada masalah komposisi dari nilai tukar dimana penerimaan paling besar dalam rupiah sementara pengeluaran dalam mata uang asing. Maka atas diskusi tadi memang menginginkan supaya BPKH menginvestasikan dananya untuk keperluan-keperluan yang memberikan nilai manfaat dalam bentuk ke matauang asing," jelas Anggito.
Rencananya, investasi ini akan dimulai pada tahun 2019. Anggito mengatakan Menteri Lukman sudah menyetujui.
Dengan investasi, pemerintah akan menekan biaya ibadah haji di tanah air. Tetapi, Anggito belum menghitung secara rinci.
"Supaya biaya ibadah haji itu bisa lebih efisien dan jamaah itu lebih nyaman, dan seluruh kontrak-kontrak pemondokan itu lebih awal," kata dia.
Investasi yang akan dilakukan di Arab Saudi diantaranya adalah hotel, katering, transportasi, dan untuk booking tiket penerbagan.
"Investasi itu pada prinsipnya adalah mendukung penyelenggaraan ibadah haji dari Kemenag. Jadi kalau Pak Menteri punya kebijakan kami akan melakukan investasi sesuai dengan kebijakan menteri," kata dia.
Untuk investasi di Indonesia, Anggito mengatakan pihaknya sudah melakukan penandatanganan kerja sama melalui skema Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA). Kata Anggito, kerja sama ini dipimpin langsung oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas.
"Jadi menteri Bappenas akan menyampaikan kepada kami daftar-daftar proyek-proyek investasi yang akan disampaikan, yang optimal dan aman. Dan itu menggunakan prinsip syariah," kata Anggito.
Berita Terkait
-
Ibadah Kok Disamakan Sama Konser K-Pop? Menggugat Wacana War Ticket Haji yang Rentan Diskriminasi
-
Tujuh Hari Jelang Keberangkatan, DPR Desak Kepastian Biaya Tambahan Haji
-
Akses Masuk Mekkah Telah Dibatasi, Hanya Pemilik Izin Resmi yang Diizinkan Jelang Haji 2026
-
Tolak 'War Tiket Haji', Maman DPR: Ibadah Bukan Ajang Kompetisi Klik Internet!
-
Amphuri Kritik Wacana War Tiket Haji: Jangan Abaikan Jemaah yang Antre Puluhan Tahun
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Purbaya Pamer Kondisi Ekonomi RI ke Investor AS, Minta Tak Ragu Investasi
-
Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan
-
Hati-Hati Penipuan! Pendaftaran Agen LPG 3 Kg Tidak Dipungut Biaya
-
Rekor Buruk Rupiah Hari Ini
-
Percepat KPR, BTN Integrasikan Proses Lewat Satu Sistem Terpusat
-
Shell Indonesia Tunjuk Andri Pratiwa Jadi Presiden Direktur Baru di Tengah Kelangkaan BBM
-
Langkah Kecil Berdampak Besar: Ibu Dewi, Kartini Masa Kini yang Menebar Manfaat untuk Lingkungan
-
Pengumuman Penting BCA
-
Misteri Hilangnya Minyakita di Pasar: Stok Gaib, Harga Bisa Tembus Rp40 Ribu!
-
Memalukan! Malapetaka IGRS Komdigi Bikin Developer Game Rugi Miliaran Rupiah