Suara.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tak wajib melayani tantangan debat Rizal Ramli. Juru Bicara PSI Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis Rizal Calvary Marimbo mengatakan, domain Sri Mulyani sebagai eksekutif dan pembantu pelaksana pemerintahan nasional tidak sembarangan ikut berdebat di wilayah terbuka atau publik.
“Menkeu tidak wajib melayani debat. Apalagi kalau dia menilai tidak proporsional dan menyangkut rahasia negara sebagai bagian dari eksekutif. Tentu ada tafsiran subyektif beliau,” kata Rizal di Jakarta, Selasa (8/5/2018).
Menurutnya, adu debat membutuhkan lebih banyak data dan transparansi secara paripurna, selain kemampuan analitis. Rizal mengatakan, siapa-saja dapat memiliki kebebasan memberikan informasi dan diatur dalam perundang-undangan serta dijamin dalam pasal 28F Amandemen kedua UUD 1945. Namun, tidak ada kebebasan yang mutlak.
“There is no absolute freedom. Termasuk dalam menyalurkan informasi. Apalagi Menkeu sebagai pejabat negara yang sudah disumpah. Disini Menkeu punya pertimbangan subyektif, yang mesti dipahami secara obyektif, untuk menolak suatu debat yang dianggapnya tidak produktif bagi negara. Sebab itu, kita pahami bila Menkeu sangat berhati-hati melayani debat,” ujar Rizal.
Rizal mengatakan dalam debat terbuka acapkali proses adu argumentasi sulit terkontrol. Apalagi bila sudah dibumbuhi tekanan emosi yang tinggi, untuk memenuhi hasrat ingin menang. Dalam kondisi semacam ini, informasi apa saja bisa terlepas begitu saja, tanpa saringan.
“Ini sangat berbahaya bagi seorang pejabat negara dalam melayani debat pihak-pihak yang independen, apalagi pihak yang kadar political investigation-nya tinggi,” tegas dia.
Sebab itu, keengganan Menkeu melayani tantangan Rizal Ramli bukan soal siapa berani atau lebih pintar. “Kalau cuma mencari siapa lebih atau siapa paling dan superlative lainnya, itu bukan tujuan debat. Sama-sama pintar. Sama-sama ekonom. Sama-sama pernah jadi dosen. Sama-sama pernah jadi Menkeu. Sama-sama doktor. Kurang apa keduanya. Yang kurang adalah sama-sama mesti saling paham posisi masing-masing. Sisi subyektifitas masing-masing membuat tidak semua hal mesti diperdebatkan atau dimasukan ke wilayah diskursus intelektual. Menkeu punya rasionalitas sendiri yang sangat kondisional. Begitu juga dengan Rizal Ramli,” ungkap dia.
Menurut Rizal, eks Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman merupakan sosok yang cerdas dan memiliki banyak inovasi dalam berbagai kebijakan ekonomi serta industri. “Pemikiran beliau ini sangat banyak yang super. Yang kurang dari beliau hanya soal wisdom. Saya termasuk pengagum pemikiran-pemikiran kebijakan beliau. Cuma kesabaran dan wisdom beliau saja yang agak lemah. Kalau beliau sabar dan lebih wise lagi, mantap ini barang,” ujar Rizal.
Sebagaimana diketahui, Rizal Ramli hingga saat ini menanti debat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati soal utang pemerintah. Namun ajakan itu hingga kini belum mendapatkan respon.
Tag
Berita Terkait
-
Rem Darurat Pinjol! OJK Batasi Utang Maksimal 30% Gaji Mulai 2026
-
Pemerintah Siapkan Penghapusan Utang untuk UMKM Korban Bencana, Cek Syaratnya!
-
Purbaya Akui Masih Ada Utang Dana Bagi Hasil Rp 83,58 Triliun ke Pemda
-
Kemenkeu Klaim Ekonomi Indonesia Akhir 2025 Tetap Tangguh, Ini Buktinya
-
Bea Keluar Batu Bara 1 Januari 2026 Belum Berlaku, Purbaya-Bahlil Masih Godok PMK
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Konsumsi Pertamax Melonjak 20 Persen Sepanjang 2025, BBM Ramah Lingkungan Makin Diminati
-
Rem Darurat Pinjol! OJK Batasi Utang Maksimal 30% Gaji Mulai 2026
-
Aset Pengguna Tokocrypto Tembus Rp5,8 Triliun, Diaudit Teknologi Canggih!
-
Harga Pangan Nasional Terus Melandai, Cabai hingga Bawang Merah Kompak Turun
-
BRI Peduli Berdayakan Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan dan Pemagangan Strategis
-
Harga Minyak Melandai: Antara Krisis Iran dan Ekspor Baru Venezuela
-
Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen
-
Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS
-
Emas Antam Melesat ke Harga Tertinggi, Hari Ini Tembus Rp 2.631.000 per Gram