Suara.com - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) berencana meningkatkan kapasitas produksinya tahun ini. Mengingat, saat ini tingkat utilisasi pabrik Perseroan sudah sebesar 70 persen.
"Utilisasi sudah hampir 70 persen, jadi harus ekspansi di biskuit, wafer, dan kopi. Kami akan tambah kapasitas sekitar 25 persen," kata Direktur Utama PT Mayora Indah Tbk, Andre Sukendra Atmadja, Jumat (25/5/2018).
Guna merealisasikan rencana tersebut Perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp 1 Triliun untuk melakukan pembangunan perluasan pabrik baru yang berasal dari pinjaman perbankan dan kas internal.
"Manajemen melakukan ekspansi pabrik berupa perluasan fasilitas pabrik produksi dan dalam bentuk penambahan kapasitas produksi pada lokasi yang telah ada saat ini," ucapnya.
Meski memiliki rencana pengembangan perusahaan, pihaknya juga tengah mempersiapkan diri menghadapi fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
"Selain nilai tukar, ada persaingan usaha juga yang harus diperhatikan. Kendala lain stabilitas supply dan harga bahan baku, itu juga," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya
-
Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's
-
DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga
-
IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara
-
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
-
Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara
-
Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas
-
Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina