Suara.com - Dalam rangka memastikan kesiapan angkutan mudik Kereta Api Indonesia di lebaran tahun 2018, Menteri BUMN Rini M Soemarno melakukan kunjungan ke Stasiun Pasar Senen, Selasa (5/6/2018).
Hadir dalam kunjungan ini, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro dan Direktur Jenderal Kereta Api Zulfikri beserta jajaran lainnya.
Menteri Rini mengungkapkan, sebagai salah satu moda transportasi massal yang menjadi pilihan utama masyarakat, pemerintah terus mendorong agar PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat khususnya para pemudik yang akan berlibur.
“Saya meminta manajemen KAI untuk terus dan selalu memperbaiki layanan bagi para pemudik," katanya sembari melakukan pengecekan sarana dan prasaran yang tersedia seperti lokasi check in counter dan sarana pra sarana lainnya di stasiun.
Selain melakukan pemeriksaan terkait kesiapan KAI selaku operator transportasi dalam menghadapi Angkutan Lebaran 2018, Menteri Rini juga berkesempatan melepas peserta Program Mudik Bareng KAI 2018 kloter kedua dan berdialog dengan para penumpang.
“Kami berharap program mudik gratis ini dapat memberi berkah dan manfaat bagi masyarakat dan di tahun-tahun berikutnya program ini dapat terus dilanjutkan. Bagi masyarakat yang bermudik hari ini saya ucapkan selamat menuju kampung halaman dan semoga selamat sampai tujuan," ungkapnya.
Kebersamaan Menteri Rini dan pemudik gratis KAI diakhiri dengan acara Buka Puasa Bersama di atas Kerata Api Brantas Lebaran tujuan Jakarta - Blitar.
PT KAI mencatat, hingga Selasa (5/6/2018) masih terdapat kuota Mudik Gratis untuk 194 orang peserta. Masyarakat bisa mendaftar secara offline dengan langsung datang ke kantor PT KA Pariwisata di Stasiun Gambir dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga.
“PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan telah siap 100 persen menghadapi arus mudik 2018. Dari sisi keamanan kami sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian dan TNI sebanyak 1.600 personil, Polisi Khusus sebanyak 1.300 personil dan keamanan internal kami sebanyak 1.500 personil,” tegasnya.
Secara umum, pada masa angkutan Lebaran tahun ini, PT KAI menyediakan perjalanan KA sebanyak 393 KA/hari, yang terdiri dari 353 perjalanan KA reguler dan 40 perjalanan KA tambahan. Untuk kapasitas tempat duduk, KAI menyediakan sebanyak total 236.210 seat/hari, yang terdiri dari 212.458 seat/hari untuk KA reguler dan 23.752 seat/hari untuk KA tambahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik
-
Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH
-
Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan
-
Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe
-
Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen
-
Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak
-
Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI