Suara.com - Seiring dengan berkembangnya industri perdagangan berjangka, semakin marak pula terjadi investasi bodong yang dilakukan oleh entitas berstatus ilegal.
Dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terdapat kurang lebih 214 entitas ilegal yang mengatasnamakan investasi Forex dan MLM (Multi Level Marketing).
"Kondisi ini cukup memprihatinkan karena dapat mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat akan investasi," kata CEO Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Lamon Rutten, Jumat (13/7/2018).
Rutten menuturkan, berdasarkan keprihatinannya tersebut, ICDX berencana meluncurkan produk investasi terbarunya yakni kontrak multilateral Gold, Oil and Forex (GOFX) pada awal Agustus 2018.
GOFX adalah produk yang berisi sekumpulan kontrak multilateral dan bisa diperdagangkan di ICDX.
"Lewat ICDX sekarang bisa, lebih aman daripada pakai pialang-pialang berjangka ilegal," ucap Rutten.
Menurut Rutten, selain lebih aman karena dijamin oleh lembaga kliring seperti Indonesia Clearing House (ICH), serta diawasi oleh Bappebti, kontrak GOFX juga diklaim menawarkan harga yang lebih murah.
"Nilainya dipatok 10.000 dolar AS, lebih murah dibandingkan kontrak di bursa komoditi luar negeri yang mencapai 100.000 dolar AS per kontrak," tutur Rutten.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM