Suara.com - Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menobatkan rute penerbangan Jakarta - Singapura sebagai rute tersibuk kedua di dunia. Rute tersebut telah mengangkut 3,3 juta penumpang pada tahun 2017.
Sementara, untuk rute tersibuk pertama ditempati oleh rute Hong Kong - Taipei Taoyuan dengan 5,4 juta penumpang.
Selanjutnya tempat ketiga, diisi rute Bangkok Suvarnabhumi - Hong Kong 3,1 juta penumpang dan diikuti Kuala Lumpur - Singapura 2,8 juta penumpang dan Hong Kong - Seoul Incheon 2,7 juta penumpang.
IATA mengatakan, jumlah penumpang pesawat pada 2017 juga mengalami kenaikan. Hal ini karena, ekonomi global yang meningkat dan harga tiket yang turun di tahun tersebut.
"Peningkatan dalam layanan langsung meningkatkan efisiensi industri dengan memangkas biaya dan menghemat waktu bagi para wisatawan," kata IATA seperti dilansir dari The Malaysia Reserve, Kamis (13/9/2018).
IATA mengungkapkan, maskapai penerbangan Asia Pasifik juga memegang pangsa pasar penerbangan. Pada tahun 2017, maskapai-maskapai di Asia Pasifik mengangkut 1,5 miliar penumpang atau mengambil pangsa pasar 36,3 persen.
Wilayah Eropa berada di urutan kedua dengan 26,3 persen pangsa pasar dengan 1,1 miliar penumpang. Sedangkan, Amerika Utara dan Amerika Latin masing-masing menyumbang 23 persen atau 941,8 juta penumpang dan 7 persen atau 286,1 juta penumpang.
Sementara, Lima maskapai yang mengangkut penumpang terbanyak diantaranya, American Airlines Inc (324 juta), Delta Air Lines Inc (316,3 juta), United Airlines Inc (311 juta), Emirates Airline (289 juta) dan Southwest Airlines Co (207,7 juta).
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
Terkini
-
Wamenkeu Klaim Defisit APBN Masih Aman Meski Ada Perang AS-Israel-Iran
-
PT SMI Klaim Pembiayaan Proyek Masih Aman Meski Ada Konflik Timur Tengah
-
Bidik Investor Kalangan Masyarakat, PT SMI Siapkan Obligasi Rp 8-10 Triliun di 2026
-
Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Bisa Bertahan Jika Harga Minyak 92 Dolar AS per Barel
-
Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia, Apa Sebab?
-
PT SMI Salurkan Rp 125 Triliun untuk Proyek Strategis Nasional
-
BEI Buka Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen
-
Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak
-
Elnusa Petrofin Perkuat Mitigasi Risiko, Pastikan BBM Aman Selama Ramadan
-
Chandra Asri Nyatakan Force Majeure, Konflik di Israel & AS vs Iran Jadi Penyebab